Perbandingan Pasukan Komando Indonesia dan Malaysia


 

 

GGK MalaysiaFoto: GGK Malaysia

Membandingkan latihan komando pasukan Malaysia dan TNI Pasukan Kopassus TNI AD menggelar latihan bersama Grup Gerak Khas (GGK) 21 Tentera Darat Malaysia. Latihan dua pasukan komando itu digelar sejak akhir Mei lalu.

GGK-21 sudah beberapa kali menggelar latihan dengan Kopassus TNI AD. Pasukan GGK merupakan pasukan baret hijau Malaysia. Salah satu pasukan elite berkualifikasi komando dan antiteror kebanggaan negeri Jiran.
Pasukan komando ini pertama dibentuk tahun 1965. Saat itu mereka dilatih 40th British Royal Marines Commando. Dari 300 sukarelawan, hanya 15 orang yang lulus pendidikan komando. Merekalah yang akhirnya mengembangkan GGK-21.

Para pengamat militer dunia menilai pasukan elite Indonesia masih lebih baik dari Malaysia, karena standar latihan pasukan Komando TNI adalah salah satu yang terberat di dunia karenanya banyak yang melamar untuk berlatih bersama. Para Komando TNI Disejajarkan dengan Navy Seal, Delta Force (AS), SAS (Inggris), Sayeret Matkal (Israel). Ketahanan fisik dan kemampuan survival Kopaska TNI AL menjadi tolok ukur bagi Navy Seal US.

seal kelelahanFoto: Navy Seal dipapah Kopaska

Namun bukan berarti kemampuan pasukan elite Malaysia rendah. Pasukan GGK punya prestasi yang selalu mereka banggakan. Misalnya di Mogadishu Somalia tahun 1993 saat helikopter Black Hawk Amerika ditembak jatuh milisi  . GGK punya andil besar menyelamatkan Ranger Amerika yang terjebak kelelahan. Mereka juga beberapa kali mengatasi perompak Selat Malaka.

Seperti pasukan khusus lain, Grup Gerak Khas juga melatih prajuritnya dengan kemampuan komando untuk bertempur lewat darat, laut dan udara. Mari intip bagaimana Malaysia melatih prajurit andalannya sekaligus perbandingannya dengan pasukan komando Indonesia seperti Kopassus TNI AD dan Korpaskhas TNI AU.

Secara garis besar ada persamaan. Namun bobot, materi dan pengembangan tentu berbeda sesuai dengan tugas yang diemban pasukan elite masing-masing negara.

1.Latihan Dasar
Tulisan besar ‘DATANGMU TIDAK DIUNDANG, JIKA RAGU SILA PULANG’ akan menyambut setiap calon pasukan komando di Kem Sungai Udang Melaka. Markas pasukan baret hijau tua ini.

Di Pusdikpassus Batujajar, Jawa Barat juga ada tulisan serupa. “RAGU-RAGU KEMBALI SEKARANG JUGA”
Ini jelas menunjukkan pendidikan komando di negara mana pun, tak akan mudah.

Tahap awal, para calon prajurit komando Malaysia akan menghadapi latihan dasar yang dinamakan ‘Latihan Pemanas Badan’. Selama lima minggu mereka akan digodok supaya menjadi prajurit yang tak kenal kasihan pada musuh. Di tahap awal mereka belajar menggunakan aneka senjata. Bahan peledak, orientasi medan maupun meluncur dari tebing dan helikopter.

Fisik mereka juga diforsir habis. Lari lintas medan puluhan kilo dan cuma dapat waktu tidur 3 jam setiap hari.

2.Latihan Survival
Latihan selanjutnya adalah survival atau Ikhtiar Hidup. Semua pasukan komando dituntut jago bertahan hidup di segala medan dengan perbekalan seadanya. Prajurit komando harus hidup dari tumbuh-tumbuhan dan berburu di hutan untuk menyambung hidup mereka. Selama tiga minggu calon anggota Grup Gerak
Khas terus bergerak ke target yang ditentukan.

Mereka harus tidur di bivak alam dan hanya dibekali parang dan tempurung kelapa untuk bertahan hidup.
Selain di hutan, mereka juga berlatih survival di rawa. Dengan tubuh penuh lumpur calon prajurit komando harus tetap bertempur dan
menghindari ular serta binatang buas lain.

Latihan komando pasukan Indonesia pun sama,Prajurit Kopassus dilatih di Situ Lembang . Mungkin lebih berat, dalam latihan survival mereka cuma dibekali belati. Komando TNI juga punya standar untuk kecepatan lari di dalam hutan belantara, yaitu 1KM/3-4menit atau hampir 100m/20-25detik.latihan tni

3.Pertempuran laut.
Setelah survival, calon pasukan komando Malaysia kembali ke Kem Sungai Udang untuk menghadapi latihan tahap laut.

Mereka dilatih berenang ke dasar laut, penyerangan amfibi serta menggunakan perahu karet atau kayak.

Prajurit Kopassus pun harus menyelesaikan tahapan rawa
laut. Kopassus berlatih di Cilacap, Jawa Tengah. Untuk kemampuan renang mereka ditempa ombak samudera Hindia (Laut Selatan Jawa) yang ganas. Personel Navy Seal US pernah berkomentar dalam latihan bersama,bahwa hanya orang yang cari mati yang berenang melawan ombak laut selatan.

Materi yang diajarkan tak jauh berbeda. Intinya pasukan komando harus mampu menyusup lewat laut, senyap dan mematikan.

4. Latihan Terjun
Pasukan komando atau pasukan elite rata-rata memiliki kemampuan terjun payung. Pasukan Gerak Khas Malaysia pun memiliki kualifikasi lintas udara. Artinya setiap personelnya minimal memiliki kemampuan terjun statik atau para dasar.tni terjun

Kemampuan lanjutan yang dimiliki adalah terjun bebas atau free fall dengan teknik HAHO dan HALO.
Mereka dilatih untuk diterjunkan sebagai tim pengendali tempur dalam sebuah pertempuran.  Sebelum pasukan besar terjun, pasukan elite ini lebih dulu diterjunkan untuk mengumpulkan informasi dan menyiapkan pendaratan pasukan payung.

5.Camp Tawanan
Setelah menempuh latihan gunung hutan dan rawa laut, tibalah pada saat paling mengerikan selama pendidikan komando. Pelatihan ini dinamakan Escape & Evasion (E&E) oleh pasukan Grup Gerak Khas Malaysia.  sedangkan di Indonesia sebutanya camp tawanan.

Mula-mula para siswa komando melakukan serangan. Setelah itu mereka harus meloloskan diri. Para pelatih akan memburu mereka sampai dapat. Jika tertangkap, para siswa komando akan dihajar habis-habisan. Mereka diperlakukan seperti tawanan perang yang tertangkap. Mulai dipukuli, disetrum, hingga aneka siksaan harus diterima tanpa menyerah atau membocorkan rahasia.

latihan kopasusJika lolos pelatihan ini, barulah seorang prajurit layak menyandang brevet komando.

Sumber : Merdeka

22 thoughts on “Perbandingan Pasukan Komando Indonesia dan Malaysia

  1. O=O

    sebenarnya emang kualitas baret hijau INA lbih bgus dri MAL tp jgn pernah lupa klo MAL adalah negara dgn koloni berbeda dgn negara kita yg sndirian so mau perang?pikir lg deh, bakalan perang min dgn 3 negara tuh…, tp klo kefefet y apa mau dikate…., barulah loe jual gue beli….

    Suka

    Balas
  2. beastsac

    Jaman sekarang sudah tidak terlalu rahasia lagi , di Channel TV Cable History , ada acara namanya special forces … isinya membahas Special Forces di asia …dan ada juga discovery channel yang menayangkan pelatihan special forces di Amerika …

    Suka

    Balas
  3. gc133hijrah

    Sadiz.
    Tp merekalah yg terbaik…. Dr segi fisik untuk melindungi negara…
    Sayang pemimpin2 kita cemen….
    Ga punya harga diri…. Semua diembat malingsia, cendol, batik, reog, tari pendet… Lainnya silahkan tambah sendiri

    Suka

    Balas
  4. Hendi

    Tapi sayang kesadaran hukum dan tertib sosial anggota TNI di Indonesia, termasuk pasukan khusus, masih rendah. Msh banyak anggota TNI yg bertindak arogan.

    Suka

    Balas
  5. Ping balik: Ibu Menteri yang Bertato dan Hanya Tamatan SMP itu, meladeni wawancara sambil merokok di Istana. | roda dua blog

  6. hj.iskandar di batam

    Syukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak pernah terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya adalah orang yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan suatu saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada dukun yang bisa menembus semua nomor yg namanya MBAH JAYA BAYA dan saya meminta nomor MBAH JAYA BAYA pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya langsun menghubungi MBAH JAYA BAYA ingin membantu saya asalkan saya bisa memenuhi pendaftaran untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih banyak kepada MBAH JAYA BAYA berkat bantuan beliau,sekaran saya sdh mau membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa mengunkapkan dengan kata kata,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JAYA BAYA di 085217622140 MBAH JAYA BAYA memang para normal yg paling terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya cuma bisa menguras uang orang,jika ada yang memakai atau mengambil pesan ini tanpa ada nama MBAH JAYA BAYA dan nomor beliau itu cuma penipuan dan itu cuma palsu,,ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya

    Suka

    Balas
  7. wan ezha

    para prajurit tni terkenal dgn berani mati, pantang mundur,, saya sangat salut kepada tentara kita,,, saya punya prediksi bahwa negara ini akan sangat berkembang nti nya,, dr segi alutsista,,pemerintah sedang melakukan gerakan besar2an dlm modernisasi dan armada tempur tni,, kita sbg anak indonesia hrus terus mendukung negara dgn menunjukkan prestasi dibidang yg kmu suka,,, ‘DARAHKU UTK INDONESIA” Soo yg mw merendahkn negara kita akn berfikir ulang

    Suka

    Balas
  8. Ping balik: Perbandingan Pasukan Komando Indonesia dan Malaysia « Suprizal Tanjung's Surau

Beri tanggapan anda, mohon maaf bila tidak bisa membalas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s