Situs Watu Dukun Ponorogo, Peninggalan Raja Airlangga dan Dharmawangsa


Puhpelem wonogiri pagerukir ponorogo (56)

Ponorogo pada zaman dahulu disebut dengan nama Wengker. Dalam berbagai prasasti nama Wengker kerap disebut telah ditaklukan dan biasanya disertai dengan penyebutan nama rajanya. Seperti prasasti Kamaglyan yang menceritakan kisah kemenangan Raja Airlangga atas Wijayawarma Raja Wengker bekas sekutunya bertahun 1006M.

Salah satu daerah yang kaya dengan peninggalan purbakala adalah kecamatan Sampung, di lereng selatan pegunungan Lawu. Daerah diyakini beberapa sejarawan sebagai Ibukota ketiga kerajaan Medang. Yang pertama berada di wilayah lereng Merapi, lalu pindah ke Wwatan Madiun. Kemudian pindah lagi ke Medang-Sampung ketika Wwatan-Madiun diserang Sriwijaya saat pesta pernikahan Airlangga dan Rajanya Dharmawangsa mati terbunuh.

watu dukun redmi (1)topografi bumi sampung

Sebagai Ibukota pelarian, wilayah dataran tinggi Sampung ini sangat cocok. Karena tanahnya subur dan kaya sumber mata air alami serta dikelilingi pegunungan yang menjadi benteng utama. Persis seperti Maccu Picchu di Peru. 😉

Salah satu situs warisan kerajaan Medang adalah Watu Dukun yang terletak di desa Pagerukir, Sampung. Sasaran paling mudah bila ingin kesini adalah mencari dulu SMPN 2 Sampung, dari SMP tersebut hanya berjarak 1 KM. Jangan seperti saya yang muteri gunung ke Puhpelem Wonogiri dulu. :mrgreen: atau paling mudah adalah dari Badegan, sebelum polsek belok kanan bila dari arah PO.

watu dukun redmi (8)

Situs ini terdiri dari : balok altar (meja) dan 4 batu kursi, batu salju, sendang watu dukun, batu berudak, batu suci, serta batu menyerupai ranjang itu, lalu tugu menhir dengan tulisan huruf pallawa. Beberapa dugaan menyebutkan bahwa situs ini adalah peninggalan era Dharmawangsa Raja Medang sekaligus mertua Airlangga. Sedangkan pendapat lainya menyatakan bahwa ini adalah tempat Airlangga mengasingkan diri setelah kerajaan mertuanya hancur diserbu Sriwijaya.

Dalam serangan itu, Dharmawangsa Teguh tewas, sedangkan Airlangga lolos melarikan diri ke hutan pegunungan (wanagiri) ditemani pembantunya yang bernama Mpu Narotama, Pagerukir inilah yang diyakini sebagai w . Saat itu ia berusia 16 tahun, dan mulai menjalani hidup sebagai pertapa. Setelah tiga tahun hidup di hutan, Airlangga didatangi utusan rakyat yang memintanya supaya membangun kembali Kerajaan Medang. Airlangga kemudian sukses membangun kerajaan baru bernama Kahuripan.

Situs ini berada di sebuah kaki bukit, sepertinya asal muasal benda-benda tersebut adalah di atas bukit lalu diturunkan. Bukin yang berada di belakang situs juga cukup aneh struktur bebatuanya persis seperti pundek berundak di gunung padang. Apakah di dalamnya ada bangunan yang terkubur? entahlah

 

Di seberang jalan situs ini ada sebuah sumber mata air dua warna dua kolam. Ini yang sangat saya sesali, kenapa enggak bawa celana kolor atau sarung, cuma bisa ngilerr meredam hawa nafsu untuk kungkum. :mrgreen:

Adapun berdasarkan cerita rakyat, semasa pengembaraan Airlangga bersama Mpu Narotama. Keduanya berguru ke seorang empu yang sangat tersohor yaitu Empu Bharada. Di Situs Pager Ukir inilah Airlangga digembleng ilmu jaya wijaya dan ilmu kanuragan. Hingga akhirnya Airlangga lulus dan diberi gelar oleh gurunya sebagai Prabu Kelono Sewandono sedangkan Narotama berganti nama menjadi Pujanggo Anom.

Kedua tokoh nama Kelono Sewandono dan Pujonggo Anom merupakan tokoh yang digambarkan dalam kesenian reog Ponorogo, yaitu gambaran seorang Satriya yang sakti mandara guna dan berperilaku baik.

Nagh sobat selain situs ini apalagi yang bisa kita dapat dari perjalanan wisata ini?, adalah pemandangan alam. Selepas dari situs ini anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Puh Pelem Wonogiri, bisa menyusuri jalanan beraspal dengan suasana hutan alam yang asri dan hawa dingin khas pegunungan. Atau yang lebih eksotis lagi menelusuri jalanan setapak pedesaan yang sudah dicor beton. Jangan takut tersesat toh masih di tanah Indonesia kok. 😉 selamat berkelana.

Berikut liputan jalur eksotis tersebut 😉

Riding Report, Rute Puhpelem Wonogiri-Pagerukir Ponorogo, Serasa Kembali ke Masa Lalu

 

 

 

 

10 thoughts on “Situs Watu Dukun Ponorogo, Peninggalan Raja Airlangga dan Dharmawangsa

  1. mugi_gelang

    klo bisa desa kami GELANG bisa gan buat bahan artikelnya…. tp isinya tentang pembuatan GENTING & BATU BATA…. hehehe klo mau sih…

    Suka

    Balas
    1. Amamoto Penulis Tulisan

      siapp gan
      eh kamren saya juga ketemu penambangan watu lintang, karena keburu sore gak sempat nanya2
      emang disitu banyak juga ya gan soal watu lintang

      Suka

      Balas
  2. sain

    Permisi gan sdikit nambahin, sebenarnya dari watu dukun belok ke kiri itu ada dusun sodong disana. Keunikan budayanya cukup menarik, dan disana juga tempatnya watu lintang.. Dan masih banyak benda2 peninggalan sejarah yg belum tereksplor. Kiranya bisa mampir untuk skedar menambahi isi artikel agan.. Thanks dan salut buat agan.

    Suka

    Balas

Beri tanggapan anda, mohon maaf bila tidak bisa membalas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s