Arsip Kategori: Pariwisata Ponorogo

Review Dan Nonton Batman Superman di Cinemaxx Ponorogo, 15 Ribu Aja Lhoo


image

Karena bosen nunggu hujan dan banjir yang gak surut di wakoka. Akhirnya milih nyoba nonton aja di Cinemaxx PCC, Ponorogo City Center, bareng ki Joko Raja Gombal. Bacanya: Juragan Laundry = Raja Gombal.

Baca lebih lanjut

Banjir Bandang, Jembatan Desa Penghubung Ponorogo-Magetan Putus Total


jembatan parang

Jembatan penghubung Ponorogo-Magetan yang roboh. Foto: okezone.com

Hujan deras 3 hari terakhir yang mengguyur kawasan sekitar Ponorogo dan Magetan. Menyebabkan air Sungai Galok meluap sehingga Desa Puhijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo, banjir. Arus deras aliran sungai menghanyutkan batu dan pepohonan di tepian sungai hingga menumpuk di bawah jembatan, pondasi jembatan akhirnya tak kuat menahan arus air dan sampah. Hingga jembatan penghubung Desa Puhijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo dan Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Magetan, pun putus total. Baca lebih lanjut

Kolam Renang Pasar Besar Madiun, Kolam Indoor Kualitas Terbaik di Wilayah Plat AE


image

Kolam renang Indoor satu-satunya di wilayah Plat AE

Sejak kolam renang Tirto Menggolo Ponorogo ditutup untuk renovasi total. IMHO, Tak ada lagi kolam renang standar atlit di wilayah Karesidenan Madiun.

Hampir keseluruhan cuma Kolam Renang permainan, konsep water boom, yang kedalamanya maksimal cuma 1.80meter. Bentuknya oval, luasnya segede empang.

Ehh ternyata saya salah. Niat hati ke Pasar Besar Madiun (PBM) untuk mencari cincin buat batu akik. Ternyata di lantai atas pasar ada Kolam Renang yang besar. Ukuranya sekitar 50mx20m dengan kedalaman mencapai 2-3 meter. Mantabb.

Pembuatan Kolam Renang di atas PBM karena pasar ini pernah 2 kali terbakar. Dan dengan adanya kolam, terbukti efektif memadamkan api saat ada kebakaran kios tahun 2015. Ide sederhana tapi mantabb.

Kualitas Air dan Kebersihanya Bintang 5.
Di hari biasa. Kolam renang yang terdiri dari dua kolam ini sepi. Kolam utama dan kolam anak-anak. Baru ramai di akhir pekan dan hari libur.

Kualitas kejernihan airnya sangat bagus. Walau menggunakan kaporit, tapi kadarnya sedikit, tidak pedih di mata dan baunya tidak menyengat. Mungkin karena tertutup atap, sehingga mikroba yang hidup di air tidak banyak walhasil penggunaan kaporit bisa  diminimalisir.

Saat saya tanya ke petugas, Air diganti 2kali dalam seminggu. Kebersihan sarana fasilitas juga bagus.

Kesimpulan.
Inilah komplek kolam renang terbaik di wilayah Karesidenan Madiun Plat AE. Satu-satunya kolam renang yang memakai atap.

Indoor gitulah. Cocok buat renang di siang hari panas terik tanpa takut kulit jadi hitam. Renang saat hujan badai petir pun juga gak perlu khawatir tersambar geledek.

Tiket masuknya murah, hanya 10.000 rupiah. Free parkir. Satu-satunya kekurangan, tak tersedia penjual minuman.

Sangat cocok buat yang hobi olahraga renang. Tapi gak cocok bagi yang hanya hobi main air.

image

Selfie dulu

Teruss loncattt

image

Kirab Sepeda Hias Sudah Basi, Sekarang Kirab Sepeda Motor Hias


image

Kirab Budaya Kok Pakek Motor

Festival Kirab Bantarangin Ponorogo, atau yg lebih dikenal sebagai kirab penutupan bulan Sura/Muharram.

Tapi sekarang klo nontont kirab males dan muless. Niatnya pengen cuci mata dan otak ehhh dapatnya malah panen asap kendaraan.

Yang pertama asap disel dari sound system tiap kontingen. Lebih parah lagi, mobil yg bawa sound sistem asapnya juga ngebul, khas mobil diesel yang muatan penuh tapi dipaksa jalan di kecepatan rendahh. Baca lebih lanjut

Kedung Kenthus Ponorogo, Ngeri-ngeri Sedaap


image

Akhirnya, ada kesempatan juga main ke kedung kenthus. Terletak di dusun Babadan, desa Jenangan, Kec.Sampung. Obyek yang satu ini lagi sedang tren.

Karena baru moncer, bahkan penduduk desa Jenangan pun banyak yang gak tahu. Jika berniat kemari, titik poin utama yang harus anda tuju adalah, SDN 1 Jenangan. Baca lebih lanjut

Pucuk Cumbri, Satu Lagi Tempat eksotis di Bumi Reog Ponorogo


puncak cumbri

Puncak Cumbri Biting. Foto: FB Monde Masih Tiada

Berawal dari rasa penasaran juragan bakso Lotus. Yang nge-tag saya sebuah foto yang eksotis yang katanya berada di perbatasan Ponorogo-Wonogiri. Saya pun browsing sana-sini dan tanya juga pada teman-teman aktifis bumi wengker.

Akhirnya ketemu. Dari alamat FB Shandy Abd Azis, salah satu master photografer yang juga AHWA (Ahli Wakoka) saya menemukan foto eksotis dengan detil alamatnya. Foto hasil karya jepretan FB Damar Sasongko. Luar biasa Indah sobb. Baca lebih lanjut

Jatimotoblog Jelajah Ponorogo, Mulai dari Korut sampai Alaska van Java


image

Kenduri catur bulan Jatimotoblog kali ini bertempat di Ponorogo. Kota yang selama ini terkenal dengan kesenian Reog dan Kaum Santrinya. Kali ini roda2blog dipercaya untuk menjadi tuan rumah bagi para Blogger timur-tengah ini. (jawa timur dan jawa tengah :mrgreen: )

Total ada 10 tamu yang hadir, diantaranya.
1. Mas Heri ( setia1heri.com )
2. Cak Hendi (johnhendyofmars.wordpress.com)
3. Kang Irfan ( pertamax7.com )
4. Wiro XL ( nyobamoto.com )
5. Fauzi C (fncounter.com)
6. Arif Dadot (arifdadot.com)
7. Azizy Horee ( warungdohc.com )
8. Agus (Motomazine.com)
9. VerzaSurabaya.wordpress.com
10. Mbah Muhsin Bonsai (bonsaibiker.com) hadir lewat telpon, gak jadi datang karena masih berganti kulit. :mrgreen:

Berikut 5 spot eksotis yang kami kunjungi

Baca lebih lanjut

Bebatuan Di Sungai Bendo Sawoo Ponorogo, Mengandung Bijih Emas dalam Jumlah yg Signifikan


image

Pagi ini dalam proses belah batu, si tukang batu terkejut dengan bebatuan yang kemaren saya bawa dari Sungai Bendo Ponorogo (klik disini reportasenya).

Dari 10batu yang saya bawa, 3 mengandung bijih emas dalam jumlah signifikan. Berikut contohnya, image

Lainya

image

Berapa gram total bijih emasnya? Berapa karat nilai kemurnian emasnya? Masih belum tahu karena masih tertanam di dalam batu.

image

Untuk sementara batu sudah dipesan oleh pengrajin emas di Jl.Menur Ponorogo. Eman-eman klo dijadikan batu akik, selain karena masih nguyah kan lebih mahal emasnya?

Dugaan saya dari dulu, bahwa di zaman Majapahit dan era kerajaan-kerajaan sebelumnya, tanah jawa sangat kaya dengan emas. Dan sangat mudah ditambang bila melihat artefak sejarah yg berbahan emas. Bisa jadi ada gunung yang lebih mudah diambil emasnya daripada freeport. Atau bisa juga berasal dari bebatuan seperti ini.

Yang pasti, enggak mungkin Bangsa Eropa menjajah Nusantara hanya karena teriming-iming buah pala, merica dan lada.

Jalan Jalan Santai, Menikmati Telaga Ngebel dari Atas Gunung


image

Akhir pekan yang panjang karena ada hari Libur Nyepi. Suasana rumah jadi sepi karena si kecil main ke rumah eyangnya.

Daripada kesepian di rumah markibo, mari kita mbolang. Plus survei rute untuk acara kopdar Jatimotoblog di tanggal 25-26 April yg kebetulan RB Plat AE jadi tuan rumah.

Sabtu, survei rute Ponorogo kota terus ke selatan tapi kok kurang nyampleng.

Ahad, survei ngawuriyah. Bertolak dari Dolopo tujuan Ngebel, di pertigaan pasar Balebatur saya ambil jalur kiri yang terus menanjak. Rute konvensionalnya jalur kanan.

image

Desa Gondowido

Terus menanjak dengan jalan paving yang mulus dan corr semen yang mulus dan rata (Balebatur-Gondowido). Enggak rekomended klo dari atas, karena di beberapa bagian ada turunan yg lambat dan curam serta licin karena lumut. Tapi karena saya dari bawah jadinya tanjakan, its okelaghh. Enggak sempat foto karena terus diguyur gerimis.

Eee Busyett saya kok malah tembusnya di atas Telaga Ngebel, Desa Gondowido :mrgreen: yo wis berhenti dulu di warung kopi. Ada banyak warung kopi di berderet di jalan Gondowido-Ngebel viewnya amazinggg.

Sambil ngisi perut dengan ketela goreng dan filled tofu plus kopi, tanya-tanya dengan pemilik warung, bila terus ke atas ada air terjun Toyomerto terus bisa lanjut ke kandangan kebun kopi terus ke seweru – madiun.

image

Dari Gondowido-Toyomerto 70%

Perjalanan saya lanjutkan ke atas Air Terjun Toyomerto dengab hujan rintik-rintik, lalu terus sampai ke perbatasan Madiun-Ponorogo dengan guyuran hujan lebat. Berhubung jalan dari Selorejo sampai Kandangan Kebun Kopi masih batu makadam dengan hutan plus hujan yg cukup lebat. Okey finish dulu disini. Saya lalu putar balik ke Ngebel.

image

Di pucuk gunung itulah lokasi desa Selorejo dan kebun kopi kandangan,Wihhh awann ngerii juga, pantes awet hujanya.

Lalu turun balik lagi ke Telaga Ngebel untuk survei penginapan. Ternyata wilayah telaga belum hujan, numpang narsis sebentar. Lalu bress hujan, numpang ngiyupp dulu di warung kopi lagiiii. Ehhh malah disuguhi duriann. :mrgreen: Alhamdulillahh.

Nglepeas lelah dengan durian dan kopi lagii

image

Overalll sangat rekomended untuk menikmati telaga ngebel dari Desa Gondowido.

image

Kampung Wisata Pagerukir Ponorogo, Album Photo


Puhpelem wonogiri pagerukir ponorogo (38)

Ini adalah kali ketiga saya mampir di kampung paling ujung barat kabupaten Ponorogo dan Jawa Timur. Sebelah barat gunung adalah Desa Kepyar sudah masuk Kecamatan Purwantoro, Wonogiri Jawa Tengah.

Keramahan penduduknya luar biasa, terutama kali kedua saya mampir di sini dan harus mampir berteduh karena hujan sangat deras di teras rumah Pak Islan.

Infrastruktur jalanya juga top markotop. Ada beberapa spot yang cocok dijadikan tempat melepas lelah menikmati pemandangan alam dan menghirup udara segar
1. Hutan dan Puncak Pagerukir
2. Puncak Tumpak Kucing

Lalu ada dua sumber air yang bisa dijadikan tempat berenang, yang sudah dibangun kolam penampungan air
1. Sumber air watu dukun dan situs purbakala. Tersedia toilet dan tempat rehat.
2. Sumber air Beji
Galery Foto:

Nahh urutanya biar tidak terlewatkan adalah
(1) Situs dan kolam Watu Dukun lalu naik terus ke atas lurus saja menuju (2) Hutan dan Puncak pagerukir kemudian turun mengikuti petunjuk arah ke SDN3 Pagerukir lalu terus lurus menuju (3) Sumber Air Beji kemudian naik 300meter ke (4) Puncak Tumpak Kucing.

Rute pulang bisa turun ke arah barat melewati Biting – Purwantoro tapi resikonya jalanya jelek ancurr … yahhh maklum Jawa Tengah gitu lohhh … atau ke timur lewat Kunti – Sumoroto atau Kunti – Badegan yang jalanya mulus.

Happy Nice Travelling sobb

pagerukir ponorogo (4)

Berburu Batu ke Gunung Tumpak Kucing Ponorogo


gunung tumpak kucing (3)

Demam batu akik lagi mewabah sobat, tak terkecuali di kota Reog Ponorogo yang selalu ayem tentram. Sekarang gak afdhol nongkrong di warung kopi karo enggak sembari ngakik. Istilah, ngopi lan ngakik.

Di wilayah kabupaten Ponorogo sentra industri batu akik ada di Kecamatan Ngrayun. Di kecamatan yang terletak di wilayah Selatan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Pacitan ini memang dianugerahi gunung yang kaya dengan batu bahan akik.

Daerah lainnya adalah Wilayah Pagerukir kec. Sampung di sebelah barat yang berbatasan langsung dengan Wonogiri. Tepatnya di puncak gunung tumpak kucing. Saat kami tiba, ternyata sudah banyak anak muda yang nongkrong melepas lelah setelah berburu batu.

gunung tumpak kucing (1)

Saat ngobrol mendapat informasi bahwa salah satu perajin terkenal di daerah ini beranama Pak Tris. Rumahnya tepat di atas sumber mata air pagerukir. Setelah puas berburu batu, kami pun bertamu untuk menggali informasi tentang batu tumpak kucing.

Rumah beliau masih sangat sederhana hanya berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah. Kemasyhuran Pak Tris ini dalam memoles batu sudah terkenal, bahkan saat tanya nama beliau di desa sebelah juga orang sudah tahu. Beliau ini juga sering menangani berlian, sampai sekarang juga masih sering ke Solo bila ada garapan dari bosnya.

Batu tumpak Kucing1Pak Tris, perajin batu di tumpak kucing Ponorogo.

Batu dari Tumpak Kucing ini lebih banyak ditambang dan diolah oleh orang Jawa Tengah. Tingkat kekerasan batu (mohrs) bisa sampai angka 6 (tertinggi intan berlian angka 9) karenanya batu dari sini terkenal ulet, perajin hanya bisa menyelesaikan moles 1 batu per hari. Beda bila batu dari tempat lain yang bisa dapet 2-3 batu/hari.

Keistimewaanya adalah warnanya kecubung yang hitam keunguan, ketika disorot akan tampak bening ungu dengan serat di dalamnya. Lavender Mere yang konon katanya bisa seharga 130juta asal Bone juga kalah :mrgreen:

Harganya? 300-800rb tergantung besar kecilnya dan tema seratan di dalam batu.

Kok murah? tanya saya

“Ini batu akik mas, bukan permata intan berlian, klo batu akik ya cuma segitu harganya.”

Batu Intan Permata seperti berlian, ruby atau emerald mahal memang wajar, karena ada satuan nilai “carat”-nya sedang batu akik ini hanya koleksi perhiasan saja yang standar nilainya hanya berdasarkan subjektivitas saja. Contoh soal gambar serat di dalam batu, itukan abstrak.

Saya pun mantuk-mantuk mendengar wejangan beliau.

Jadi kalau ada batu akik seharga ratusan juta, itu ada dua kemungkinan. Pertama karena ulah broker monkey busines, lalu yang kedua karena yang beli di-oneng-i penjual :mrgreen:

Selain batu akik, pemandangan di Gunung Tumpak Kucing ini juga sangat indah. Kondisi jalanya juga sangat baik dengan cor beton dua lajur.

tumpak kucing

Rutenya? Sasaran pertama adalah SMPN 2 Sampung di desa kunti, lebih dekat ditempuh dari Badegan daripada Sampung. Setelah ketemu SMPN2 Sampung lalu menuju ke Sumber Air Watu Dukun kemudian terus lurus ada tanda arah ke SDN 3 Pagerukir. Dari SDN3 ini terus lurus 500meter melewati mata air kemudian menanjak dan sampai ke gunung tumpak kucing.

pagerukirnarsis dulu bareng pak wagiyo di sumber air

 

Berikut foto lubang para penambang batu

gunung tumpak kucing (2)

 

Perjalanan Ke Kediri dari Ponorogo, Lewat Jalur Sooko – Dompyong – Dolo


Siang ini r2b.com berencana untuk menghadiri konferensi tahunan blogger jatimotoblog :mrgreen: ben rodok keren ngono lohh. Koferensi kali ini bertempat di Hotel Bismo, Kota Takwa Kediri.

Acara tahunan ini sudah menginjak tahun ke-4 dulunya digagas oleh mbah bonsaibiker.com dan Mbah Wiro Nyobamoto.com, acara ini terbuka untuk semua sobat yang ingin bergabung, semuanya gratis, kecuali makan-minum harap jangan ngutang ya ❓

Sesuai tradisi, sebelum berangkat memulai perjalanan saya hobi untuk mencari rute via google maps. Dari tempat saya tinggal, google maps memberi arahan dua rute konvensional, yaitu rute utara melewati Nganjuk dan rute selatan melewati Trenggalek. Berhubung dua jalur itu penuh dengan truk, saya putuskan untuk membuat jalur sendiri via Sooko – Dompyong – Dolo – Wonorejo – Kota Tulungagung.
image
Jalur konvensional yg diarahkan gmpas, dan bawah ini rute jalur yg saya buat. Maaf jepretan kamera, gak punya aplikasi screenshoot.
image
Total 111KM lebih jauh dibandingkan bila lewat Caruban yg cuma 103KM. Sedang lewat Trenggalek 129KM.

Selama google maps mengamini, selama itu pula berarti jalanya bisa dilalui sepeda motor. :mrgreen: Ketika pilihan Gubernur Jatim 2013  saya sudah pernah melewati jalur ini, tapi cuma sampai Dolo saja, untuk mengambil sampel di TPS desa Depok. (Riding Reportnya klik disini)

Berikut Rundown acara konferensi mukena Jatimotoblog:

Sabtu,27 Desember 2014
15.00-18.00 : Registrasi/ Check In di Hotel Bismo Kediri.
18.00-19.30 : Ramah tamah (diselingi makan Nasi Pecel Tumpang di Jl.Dhoho (per porsi rata2 Rp.4000,- – 5000,-).
19.30-22.00 : Di Simpang Lima Gumul.
22.00-24.00 : Ngopi bareng di Warung Vampire (bagi yg ingin istirahat di Hotel dipersilahkan)
24.00-04.00 : Istirahat

Minggu, 28 Desember 2014
04.00-08.00 : Giat Diri dan Breakfast. (sekalian Check Out Hotel)
08.00-11.00 : Agenda Khusus
11.00-14.00 : Wisata dan Lunch (Air Terjun Dolo)
14.00-15.00 : Hunting oleh-oleh
15.00………… Sayonara…

 

Situs Watu Dukun Ponorogo, Peninggalan Raja Airlangga dan Dharmawangsa


Puhpelem wonogiri pagerukir ponorogo (56)

Ponorogo pada zaman dahulu disebut dengan nama Wengker. Dalam berbagai prasasti nama Wengker kerap disebut telah ditaklukan dan biasanya disertai dengan penyebutan nama rajanya. Seperti prasasti Kamaglyan yang menceritakan kisah kemenangan Raja Airlangga atas Wijayawarma Raja Wengker bekas sekutunya bertahun 1006M.

Salah satu daerah yang kaya dengan peninggalan purbakala adalah kecamatan Sampung, di lereng selatan pegunungan Lawu. Daerah diyakini beberapa sejarawan sebagai Ibukota ketiga kerajaan Medang. Yang pertama berada di wilayah lereng Merapi, lalu pindah ke Wwatan Madiun. Kemudian pindah lagi ke Medang-Sampung ketika Wwatan-Madiun diserang Sriwijaya saat pesta pernikahan Airlangga dan Rajanya Dharmawangsa mati terbunuh.

watu dukun redmi (1)topografi bumi sampung

Sebagai Ibukota pelarian, wilayah dataran tinggi Sampung ini sangat cocok. Karena tanahnya subur dan kaya sumber mata air alami serta dikelilingi pegunungan yang menjadi benteng utama. Persis seperti Maccu Picchu di Peru. 😉

Salah satu situs warisan kerajaan Medang adalah Watu Dukun yang terletak di desa Pagerukir, Sampung. Sasaran paling mudah bila ingin kesini adalah mencari dulu SMPN 2 Sampung, dari SMP tersebut hanya berjarak 1 KM. Jangan seperti saya yang muteri gunung ke Puhpelem Wonogiri dulu. :mrgreen: atau paling mudah adalah dari Badegan, sebelum polsek belok kanan bila dari arah PO.

watu dukun redmi (8)

Situs ini terdiri dari : balok altar (meja) dan 4 batu kursi, batu salju, sendang watu dukun, batu berudak, batu suci, serta batu menyerupai ranjang itu, lalu tugu menhir dengan tulisan huruf pallawa. Beberapa dugaan menyebutkan bahwa situs ini adalah peninggalan era Dharmawangsa Raja Medang sekaligus mertua Airlangga. Sedangkan pendapat lainya menyatakan bahwa ini adalah tempat Airlangga mengasingkan diri setelah kerajaan mertuanya hancur diserbu Sriwijaya.

Dalam serangan itu, Dharmawangsa Teguh tewas, sedangkan Airlangga lolos melarikan diri ke hutan pegunungan (wanagiri) ditemani pembantunya yang bernama Mpu Narotama, Pagerukir inilah yang diyakini sebagai w . Saat itu ia berusia 16 tahun, dan mulai menjalani hidup sebagai pertapa. Setelah tiga tahun hidup di hutan, Airlangga didatangi utusan rakyat yang memintanya supaya membangun kembali Kerajaan Medang. Airlangga kemudian sukses membangun kerajaan baru bernama Kahuripan.

Situs ini berada di sebuah kaki bukit, sepertinya asal muasal benda-benda tersebut adalah di atas bukit lalu diturunkan. Bukin yang berada di belakang situs juga cukup aneh struktur bebatuanya persis seperti pundek berundak di gunung padang. Apakah di dalamnya ada bangunan yang terkubur? entahlah

 

Di seberang jalan situs ini ada sebuah sumber mata air dua warna dua kolam. Ini yang sangat saya sesali, kenapa enggak bawa celana kolor atau sarung, cuma bisa ngilerr meredam hawa nafsu untuk kungkum. :mrgreen:

Adapun berdasarkan cerita rakyat, semasa pengembaraan Airlangga bersama Mpu Narotama. Keduanya berguru ke seorang empu yang sangat tersohor yaitu Empu Bharada. Di Situs Pager Ukir inilah Airlangga digembleng ilmu jaya wijaya dan ilmu kanuragan. Hingga akhirnya Airlangga lulus dan diberi gelar oleh gurunya sebagai Prabu Kelono Sewandono sedangkan Narotama berganti nama menjadi Pujanggo Anom.

Kedua tokoh nama Kelono Sewandono dan Pujonggo Anom merupakan tokoh yang digambarkan dalam kesenian reog Ponorogo, yaitu gambaran seorang Satriya yang sakti mandara guna dan berperilaku baik.

Nagh sobat selain situs ini apalagi yang bisa kita dapat dari perjalanan wisata ini?, adalah pemandangan alam. Selepas dari situs ini anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Puh Pelem Wonogiri, bisa menyusuri jalanan beraspal dengan suasana hutan alam yang asri dan hawa dingin khas pegunungan. Atau yang lebih eksotis lagi menelusuri jalanan setapak pedesaan yang sudah dicor beton. Jangan takut tersesat toh masih di tanah Indonesia kok. 😉 selamat berkelana.

Berikut liputan jalur eksotis tersebut 😉

Riding Report, Rute Puhpelem Wonogiri-Pagerukir Ponorogo, Serasa Kembali ke Masa Lalu

 

 

 

 

Riding Report, Rute Puhpelem Wonogiri ke Pagerukir Ponorogo, Serasa Kembali ke Masa Lalu


Daerah subur di sekitar gunung Lawu mengandung banyak peninggalan sejarah dari kerajaan-kerajaan zaman dulu. Salah satunya adalah kerajaan Medang, yaitu kerajaan transisi ketika ibukota Mataram Hindu di wilayah barat Gunung Lawu berpindah ke timur Gunung lalu sampai era Majapahit.

Salah satu daerah yang banyak menyimpan artefak kerajaan Medang adalah Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Walaupun upaya arkeologis yang serius belum digalakkan oleh pemerintah untuk menggali sejarah yang terkubur di dalamnya.

Tujuan pertama saya berkendara kali ini adalah mata air beji di desa Pandan, Kecamatan Sampung Ponorogo. Mata air ini pernah diliput dalam salah satu acara di JTV, satu yang menarik saya adalah adanya terowongan air kuno peninggalan era Kerajaan Medang dan masih berfungsi. Tapi karena hanya mengandalkan bertanya pada orang tanpa tahu alamat pasti, serta yang ditanya pun banyak gak faham.

savana

Walhasil saya pun terdampar di desa Puh Pelem, Baturetno, Wonogiri. 😦 setelah istirahat sebentar di masjid depan Balaidesa Puh Pelem, saya pun memutuskan untuk ke tujuan alternatif. Situs Watu Dukun di desa Pagerukir Ponorogo. Sebuah situs yang dipercaya peninggalan Raja Darmawangsa saat bertahta di Kerajaan Medang.

Karena gak mau gagal lagi, kali ini saya mau patuh sama mbah google. Setelah searching, inilah gambaran rute yang didapat. Saat saya zoom, sebenarnya agak ragu juga karena pasti ini rute jalanya kelas offroad padahal shokbreker depan saya bocor. Ahhh sudahh lahhh, nekad saja. Ketika sampai di pertigaan yang ditunjukkan tanda panah, saya memilih belok kiri menelusuri rute warna hitam (rute alternatif) karena di ada pohon besar yang menjulang tinggi.

Dan ternyata benar, rute ini benar-benar membawa saya nostalgia ke masa lalu. Sekaligus membuat hati miris, bahwa setelah 70 tahun merdeka, ternyata masih ada warga yang rumahnya berdinding anyaman bambu 😥 Sawah-sawah yang saya lalui umumnya kering tandus, walaupun musim hujan hanya bisa ditanami Jagung. Andai dulu mbah harto tidak menggalakkan makan nasi beras putih,mungkin sekarang kita akan punya dua atau tiga opsi saat makan di restoran. Nasi beras, nasi jagung atau Nasi Gaplek.

Tapi apa daya, doktrin swasembada beras di zaman Mbah Harto telah membuat imej Nasi Gaplek sebagai makanan orang susah hingga almarhum simbah saya saja ogah makan nasi gaplek karena mengingatkan pada zaman susah dulu. Bila Gaplek-Jagung menjadi makanan pokok maka setidaknya harganya bisa setara beras, para petani juga semangat menanam jagung dan ketela, bukan seperti saat ini. Dimana dalam setahun, sawah di desa saya selalu ditanami padi sehingga rentan hama.

Saya pun melanjutkan perjalanan dengan jalur alternatif yang ditunjukkan Gmaps, sepanjang jalan cukup rata karena bila tidak terbuat dari cor kanan-kiri atau terbuat tumpukan batu alam yang solid , tanjakan dan turunan cukup curam. Untung bawa matik :mrgreen:

Sampai diatas, kabut dan hawa dingin khas pegununung menyelinap masuk ke dalam jaket tebal saya. Ditambah cuaca yang terus berawan membuat saya sempat merinding saat memasuki area hutan perbatasan Ponorogo-Wonogiri, ditambah suasana gonggongan anjing. Tapi kafilah harus tetap berlalu. :mrgreen:

Akhirnya sampai juga di desa Pagerukir, tapi masih butuh beberapa KM lagi, saya putuskan rehat sejenak di poskamling sembari menikmati dentuman irama rock dangdut dari salah satu rumah penduduk yang memecah kesunyian desa.

bersambung ..

 

Artikel Riding Report lainya:
– Gunung Gajah Ponorogo, Puncak Selatan Bumi Wengker Ponorogo
– Sunset di Tumpak Pelem Ponorogo
– Pudak, Jalan buntu Ponorogo
– Candi Sukuh, Piramida Jawa
– Dolo, dari Pulung menuju puncak willis di Trenggalek-Tulungagung
– Gajah ketika musim kemarau
– Air Terjun Plethuk Ponorogo– Tersesat di jalan saat testride Honda CB150R

 

 

Seni Gajah dan Camel Dance, Warisan Para Kyai Ponorogo dalam Menangkal Seni Reyog


Kesenian Reyog asal Ponorogo memang menakjubkan bagi banyak orang, selain kegagahan singo barong yang mempesona juga ada atraksi canda tawa dari Bujang Ganong serta lemah gemulai dari para penari Jathil. Tapi ada sisi buruk dari kesenian ini yang sudah mendarah daging dan susah dihilangkan. Yaitu minuman keras. Hanya segelintir group reyog yang tidak mengkonsumsi miras saat pentas, seperti group Simo Budi Utomo – Milik Unmuh Ponorogo. Bila tidak tersedia arak jowo/arjo para pelaku kesenian reyog tidak akan mau mentas.

Adapun soal “gemblak” sekarang sudah tidak ada lagi. Tapi efeknya kesenian Reyog sekarang seperti kehilangan roh maskulin-nya. Tak ada lagi perang sabetan antar dadap antara dua singo barong, yang ditunggu-tunggu justru aksi lemah gemulai para jathil dan sawer-menyawer para juragan. :mrgreen:

kelompok-penari-jathilan-grup-reog-ponorogo2 resize

Ponorogo yang dulu bernama Wengker ini memang selalu terbelah dalam dua kutub, bila saat ini selain kota santri dengan Puluhan pondok pesantren seperti Gontor, Mayak, Ngabar dll. Juga merupakan kota prostitusi terbesar di Jawa Timur bahkan mungkin Indonesia dan semuanya legal.

Bila dulu prostitusi berhasil di lokalisasi di kedung banteng, sekarang kembali lagi mengepung kota dalam bentuk rumah karaoke, cafe dan warung ayu. Tapi semuanya tetap berjalan beriringan dan berkembang bersama-sama, Pondok Pesantren semakin maju seperti Pesantren Mayak, Prostitusi juga semakin merebak.

Dualisme kutub seperti ini juga sudah warisan turun temurun sejak dulu kala. Sejak zaman mataram Bumi wengker sudah terkenal dengan pesantrenya yang legendaris, Tegalsari. Asuhan Kyai Anom Besari.

Adanya keburukan dalam seni reyog juga tidak luput dari pengamatan para Kyai-kyai, tapi tidak serta merta mereka angkat senjata seperti FPI. Awalnya para ulama membuat kesenian gajah-gajahan untuk menandingi reyog, tapi daya kesenian gajah-gajahan malah jadi arena pertunjukan para waria. No waria No pentas.

Para kyai kemudian membuat kesenian onta, inilah kesenian warisan kyai zaman dulu yang sekarang dalam pentasnya tidak disusupi minuman keras ataupun waria. :mrgreen: Keliling ke desa-desa dengan suara merdu kentongan dan bedug dan lantunan sholawat.

 

 

Gunung Gajah Ponorogo 2014 via Kamera Evercoss A7S


Gara-gara dikompori foto-foto Haji Taufik tmcblog.com yang lagi kopdar bareng Komodo di Pulau Komodo. Jadi kepingin menghirup angin gunung juga.

image

Berikut suasana Ponorogo dari atas Gajah

image

lagi

image

next

image

maneh

image

terus

image

lanjut

image

sudah

image

Quick Count JIP-LSI emang super gila


Seminggu sebelum pilgub jatim 2013 digelar, ada teman nawarin untuk ikut join Quick-Count JIP-LSI wilayah Trenggalek.

Okelah kalau begitu. Awalnya saya ngarepp dapet tempat di TPS04 – Ds.Depok, Kec. Bendungan. Pengenya ke Panggul, biar bisa terus nyantai di Pantai Pelang.

image

😦 Gak sempat mampir waduk wonorejo, udah kesorean

Tapi apa daya, berdasarkan pertimbangan medan dan pengalaman riding. Saya harus mengalah untuk ke pucuk Gunung Ngliman. 😦

Via Google maps, berikut rutenya dari kota Ponorogo. Dan saya nyatakan valid 100% 😀 wah gimana klo Amerika nyerang Indonesia ya??

image

Yaghh gak jadi deh mampir Goa Maria Sooko

Setelah melewati Rute Pulung – Sooko, lalu dari Sooko menuju   Dompyong – Bendungan – Dolo jalanan yang rusak sekitar 10%.

Lumayan cukup baik laghh, kecepatan maks cuma berani 50KpJ sembari menghirup segar udara pegunungan untuk menetralisir toksin nikotin di paru-paru.

image

View from kp. Dolo

Begitu sampai di perbatasan Dolo, rute menantang tersaji. Dari pertigaan Ds. Desa Dolo saya harus menelusuri turunan tajam nan berkelok yg lebarnya 2meter sepanjang 6KM menurut GMaps.

Kondisi aspalnya rusak mawut parah, cuma tersisa batu koral dan pasir. Di tikungan ke dua, saya sempat menginjak rem belakang terlalu dalam (Harusnya rem depan 50-70%, belakang 10% saja), motor langsung ngempotttt. Alhamdulillah bisa nguasai keadaan, masih diparingi slamet lan bedjo.

image

Gak bisa bayangin klo nekad bawa motor fairing di jalan beginian

image

image

image

Setelah tanya sana-sini akhirnya tiba di TPS sasaran pukul 12.46 padahal dari Dolo jam 11.00, 1jam45menit untuk jarak 6KM.

Disambut dengan keramahan oleh ketua TPS sekaligus menyantap hidangan makan siang yang wow!.

image

image

Sembari menunggu hasil perhitungan suara, saya bener2 kagum cara JIP-LSI dalam memilih sampel. Enggak main-main, satu kecamatan 1 TPS tapi benar-benar mewakili populasi sampel. Walaupun di pucuk gunung tetap dijangkau.

image

View Desa Depok, ruuaarrr biasa

Jadi klo ada kubu calon yang meragukan keotentikan dan keabsahan hasil quick count dengan mengklaim, bahwa quick-count dari tim dia hasilnya berbeda, itu berarti ngawurr dan melecehkan perjuangan saya yang sudah susah menempuh jarak yg jauh cuma ngitung 1 TPS, kirim via sms beress deh :mrgreen:

image

Sesuai tradisi, enggak lupa menikmati semangkuk mie ayam di desa. Lain ladang lain belalang, rasa mie ayam tak pernah sama di setiap tempat.

image

Yang ini, 4 jempol mas broo

Revenge!: Gunung Gajah Ponorogo, rrruarrr biasa


Yup, sesuai judul, ini adalah perjalanan balas dendam, karena kunjungan pertamax kesana (klik di sini) kami tidak mendapatkan “pic” yang bagus. Soo, ketika ada waktu, kami pun langsung meluncur ke sana.

Serba dadakan, lha wong niat awalnya cuma ngopi di warung. Tapi kok tiba-tiba terlintas niat … ya langsung diniati terus diamalkan :mrgreen: mohon maaf, kali ini unsafety riding 😉

Niat ngopi dibatalkan, langsung meluncur ke Gajah dengan rute: Jeruksing >> Jabung >> Jetis (ambil arah jurusan Trenggalek) >> Bibis (Perempatan/pasar Bibis lurus ke selatan) >> Bedingin (sentra genteng)  >> Wringin Anom (Perempatan/pasar lurus ke selatan) >> GajahBaca lebih lanjut

Pudak … The OFF Street


Berkali-kali lewat jalur off the street, maksude sing ekstrem-ekstrem gitulah. Baru kali ini ketemu rute yang benar-benar full off street.

Jalur ke Pudak (Pundak, menurut googlemaps) sih sebenarnya nggak terlalu ekstremm, terutama lewat pasar pulung … aman, nyaman dan tentram. Niat awal kami berdua adalah survei sumber susu ibu sapi, untuk kepentingan bisnis …. Baca lebih lanjut

The Wild South: Gunung Gajah Ponorogo


Setelah hampir 2 minggu disibukan oleh urusan Pekan Olahraga tingkat MI Se-Kab. Madiun. Seperti biasa, untuk melepas penat saatnya “discovery” menjelajah daerah-daerah terpencil di seputaran Madiun-Ponorogo.

Kebetulan ada rekan guru menawarkan sasaran super ekstrem, Gunung Gajah (tingginya mungkin Cuma 1500m-an), diperbatasan Kec.Bungkal-Sambit Kab.Ponorogo. Dengan berboncengan ber-dua, kami memilih rute yg super ekstrim … Sambit-Wringin anom – Gn.Gajah, langsung to the top hill lewat sisi utara. Baca lebih lanjut