Arsip Tag: Budaya

Arab is not Islam #2: Kisah Kebiadaban Orang Arab pada Buruh Asing


Pekerjaan saya di Qatar

Seringkali ada orang yang meminta nasehat dan pertimbangan ketika harus memilih untuk bekerja sebagai buruh migran informal (bangunan, pabrik, proyek dll) ke Arab (selain Saudi Arabia) atau Asia Timur seperti Taiwan. Apapun negara tujuanya, bagi laki-laki untuk bekerja di luar negeri harus merogoh kocek 20-60juta.  Jika harus ke Arab, pilihan paling aman adalah Arab Saudi karena di sana banyak orang Indonesia yang siap memberi pertolongan bila ada kesusahan.

Bagaimana dengan Qatar, Bahrain, Dubai, Abu Dhabi … bila hanya sektor non-formal atau buruh, sebaiknya jangan pernah. Karena kemungkinan ditipu kontrak adalah 99,9999%. Selain itu biaya hidup di negara Arab selain Saudi: 100kali lipat lebih mahal. Contoh, di Saudi menu nasi+lauk termurah masih berkisar 1-5riyal. di Qatar harga nasi+lauk termurah 10riyal itupun warung makanya njlepit tersembunyi, yang paling standar ya 15riyal rata-rata. Sewa rumah di Saudi 5.000 riyal/tahun, di Qatar 5.000riyal/bulan di Kuwait-Bahrain dan Dubai lebih mampus lagi mahalnya.

makanan india addas, sayuran warna kuning yang menjadi musuh bagi lidah orang Indonesia, tapi tidak bagi saya

Cerita di bawah ini adalah tentang nestapa seorang Pria Bangladesh yang sebenarnya juga banyak dialami oleh TKI yang bekerja di sektor Bangunan dan Pabrik di Negara Teluk. Di Qatar, TKI-buruh bangunan swasta (diluar proyek kerajaan) cuma digaji 500-700 Riyal (padahal oleh PJTKI dijanjikan 1500-2000riyal) dengan makan harus masak sendiri atau disediakan makanan tapi cuma 1kali sehari dengan menu India. pora moncrott?!@#$ harga beras termurah yang cocok dengan lidah orang Indonesia adalah 3riyal/Kg beras Australia sedang beras Thailand 5riyal/Kg.

Saya saja yang bekerja di Depatemen Dalam Negeri Qatar, harus mati-matian menabung demi mimpi saya  :mrgreen:

The Dark Side of Dubai,by Johan Hari

Ada tiga kasta di Dubai yang saling berdempetan. Pertama adalah kaum Ekspatriat (para eksekutif asing), lalu Emirati Pribumi yang dipimpin Sheikh Muhammad lalu ada pekerja asing yang membangun kota dan menjadi tahanan kota. Mereka ada dan nyata tapi seperti tiada. Mereka terlihat dimana-mana dengan seragam biru tapi anda terbiasa untuk tidak mempedulikan mereka. Karena telah terdoktrin bahwa sheikh lah yang membangun kota.

Setiap sore, ratusan ribu pekerja yang membangun Dubai diangkut dengan bus untuk membawa mereka keluar dari kota untuk dikarantina di kamp-kamp pekerja. Beberapa tahun yang lalu, mereka diangkut dengan truk-truk seperti hewan. Tapi setelah para Ekspatriat banyak komplain dengan perlakuan ini, jadilah sekarang mereka diangkut dengan bus, persis seperti setetes air di tengah gurun. Mereka telah diperas seperti busa sponge yang diremas.

sonapur campsalah satu camp pekerja di sonapur

Sonapur adalah salah satu konsentrasi kamp pekerja dengan 300.000 penghuni yang mayoritas berasal dari Asia Selatan. Kata Dubai sendiri berasal dari bahasa Hindi yang berarti “City of Gold”.  Di salah satu bangunan kamp pekerja saya bertemu Sahinal Munir, pria ceking berumur 24tahun dari Bangladesh

“To get you here, they tell you Dubai is heaven. Then you get here and realise it is hell,”
(Untuk membujuk kamu ke sini, mereka bilang Dubai adalah surga, tapi ketika sampai ke sini barulah kau sadari bahwa ini (Dubai) neraka). Dia lalu menceritakan pengalamanya.

4 tahun yang lalu, ada seorang agen perekrut tenaga kerja datang ke desanya. Dia menawarkan bahwa bila bekerja di Dubai bisa dapat 40.000 takka/bulan (400 Poundsterling) dengan 4-5jam di proyek konstruksi bangunan. Nanti juga disediakan akomodasi, makanan yang layak dan tempat tinggal. Tapi untuk ke sana anda harus membayar 220.000takka (2.300 Pondsterling) untuk visa. Lalu Sahinal menjual sawah milik keluarganya dan meminjam uang pada rentenir demi meraih mimpi di “City of Gold”

Begitu sampai di Dubai Airport, pasport miliknya langsung disita oleh perusahaan, dan tak pernah lagi dilihatnya sejak saat itu. Dan sejak saat itu dia mulai bekerja 14jam sehari dibawah sengatan panasnya padang pasir. Padahal turis asing dari barat diberi peringatan untuk tidak berada diluar ruangan lebih dari 5 menit ketika musim panas yang bisa mencapai 55derajat.

Gajinya? 500dirham (90 Pondsterling) kurang dari seperempat dari yang dijanjikan. Jika tidak setuju silahkan pulang, kata perusahaan. “Tapi bagaimana saya pulang? passport anda tahan dan saya tidak punya uang untuk beli tiket” kata Sahinal. “Bila begitu, ya sebaiknya anda setuju dan bekerja” jawab agen.

Sahinal tentu panik. Keluarganya, anak, istri, orang tua semua menunggu kiriman uang darinya. Tapi gajinya selama dua tahun ini hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari di Dubai dan bahkan lebih kecil dari pendapatanya di Bangladesh.
1dubaiDia menunjukkan pada saya kamarnya di kamp. Kecil, sempit dengan tiga ranjang tingkat dengan total 11 orang yang tinggal. Barang yang dimilikinya digantung di ranjang, tiga baju, dua celana dan sebuah handphone. Tak ada AC atau sekedar kipas angin. Ketika musim panas, para penghuni memilih tidur di lantai, atap atau di tempat mana saja, yang penting bisa menghirup udara.
Air disuplai dengan truk tangki yang berasal dari desalinasi air laut, tapi rasanya payau. “Air itu membuat kami menderita tapi kami tak punya pilihan lain” kata dia. “Kerja di sini adalah tempat kerja terburuk di dunia. Anda harus mengangkat 50Kg sak semen di bawah panas gurun yang menyengat. Keringat yang anda keluarkan mungkin melebihi air pipis. Anda bisa pingsan tapi anda tak pernah diizinkan untuk duduk istirahat kecuali 1 jam ketika siang hari. jika anda terpeleset bisa modar. Jika izin cuti atau sakit, anda bisa terjebak lebih lama di kota ini” Kata Sahinal yang saat ini bekerja di lantai 67 pada sebuah tower, yang semakin tinggi dia bekerja, maka semakin panas, dia juga tidak tahu nama gedung yang sedang dia bangun.
Saya bertanya apakah dia marah? dia diam beberapa saat “Di sini, tak ada yang bisa meluapkan emosi. Tak pernah bisa. Anda bisa ditangkap dan dipenjara untuk waktu yang lama, lalu dideportasi”. Tahun kemaren ada sekelompok pekerja yang berdemonstrasi, tapi polisi mengepung kamp mereka dengan kawat berduri dan water cannon lalu menembakkan gas air mata memaksa mereka tetap bekerja, sang leader dan lingkaran kroninya kemudian dipenjara.dubaiSaya mencoba pertanyaan yang berbeda: Apakah Sohinal menyesal datang ke Dubaidia melihat ke bawah, canggung.
Bagaimana kita bisa berpikir tentang itu? Kita terjebak. Jika kita mulai berpikir tentang penyesalan
Dia membiarkan kalimat terdiam. Akhirnya, pekerja lain memecah keheningan dengan menambahkan:
Aku rindu negara saya, keluarga saya dan tanah saya, Kita bisa menanam makanan di Bangladesh, tapi di sini, tidak ada tanaman yang bisa tumbuh kecuali minyak dan bangunan..”
Sejak Dubai terkena krisis, kata dia, listrik pada belasan kamp diputus sebagian pekerja juga tidak dibayar beberapa bulan. Perusahaan tempat mereka bangkrut, dan pasport mereka juga gaji mereka turut lenyap.

Kami telah dirampok semuanya. Bahkan jika entah bagaimana bisa kembali ke Bangladesh, rentenir akan menuntut kami membayar pinjaman, dan jika tidak bisa, kita akan dikirim ke penjara.”

Semua perlakuan di atas seharusnya ilegal. Pengusaha seharusnya membayar gaji tepat waktu dan tidak pernah mengambil paspor dan memberikan Anda istirahat ketika musim panas, tapi selama investigasi saya di Sonapur tak ada satupun pekerja yang saya temui mendapat perlakuan normal seperti itu . Tidak satu pun. Orang-orang ini ditipu untuk datang dan terjebak ke tinggal, dengan sepengetahuan pemerintah Dubai.

sumber: independent.co.uk, The Dark side of Dubai part III. Hidden in plain view

Catatan saya: Orang Arab Emirate (Dubai) itu orang Islam, Bangladesh juga orang Islam tapi kenapa Orang Arab Islam itu tega memperbudak tamunya yang orang Islam juga. My konklusi, Arab is not Islam at all.

Lagi-Lagi, Yamaha R15 Terbakar di India, Ada Apa Gerangan?


1743597_637577749633368_1714141061_n(1)

Ini bukan kejadian yang pertama karena pernah terjadi beberapa kali sebelumnya. Ada apa gerangan penyebabnya?

yamaha r15kejadian tahun 2008, forum xBHP.com

Eitt dont worry mas bro semuah. Dua kejadian di atas menimpa R15 versi lawas. Lihat jok motornya jika enggak percaya.

Seperti postingan saya sebelumnya, kasus kendaraan terbakar di India banyak terjadi karena ulah bikers/sopirnya sendiri karena memasang jimat yang terlalu banyak di motor/mobil.

Contoh si tata nano yg terbakar ini, menurut investigasi polisi, penyebabnya karena kalungan bunga dan kertas doa yang terbakar hawa panas radiator. :mrgreen:

8745.1

Yagh mau gimana lagi, itulah uniknya India. Termasuk si NMP ini, dilumuri abu doa saat baru datang ke rumah. 😀

Masih kurang? kasih tali doa di setiap stangnya

Kalau yang dibawah ini adalah korban kebakaran, bukan terbakar :mrgreen:

24-yamaha-r15-fire

 

Sejarah SH (1): Setia Hati Panti, Istiqomah mengolah hati


eyang suro 1

SETIA HATI. Sudah, itu saja nama asli perguruan asli Madiun ini. Tanpa embel-embel nama lain di belakangnya. Hanya SH.

Setia Hati bisa disebut sebagai organisasi yang lengkap. Mengajarkan bagaimana cara keluar dari permasalahan hidup, dengan menggabungkan kebutuhan jasmani dan rohani. Dua kebutuhan itu lalu dilebur dalam gerak indah untuk pertahanan diri, yang akhirnya diberi nama pencak silat. Pencak silat dalam arti untuk pertahanan lahir batin, bukan untuk gubrak-gabruk adu fisik.

Adalah Ki Ngabehi Surodiwiryo yang punya inisiatif untuk melahirkan ajaran Setia Hati. Di Jl Gajah Mada No 41, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, ajaran ini mulai diperkenalkan oleh pria flamboyan yang akrab disapa Eyang Suro itu pada khalayak pada tahun 1903.

Filosofi dasar ajaran Setia Hati sebenarnya sangat luhur dan manusiawi. ”Setia Hati memiliki makna setia menuruti kehendak hati yang luhur untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa,” papar Koes Soebakir, pengesuh Setia Hati –atau menurut istilah SH disebut pengecer.

SH, kata Koes, memberikan suatu pelajaran untuk mendapatkan keselamatan. Secara teknis, memberikan pelajaran lahiriah berupa pencak silat dan pelajaran batiniah berupa upaya sungguh-sungguh untuk mendalami ajaran ke-Tuhan-an.

Lalu dua hal tersebut dipadukan sehingga melahirkan satu gerak, baik refleks fisik maupun rasa, sehingga bisa memecahkan permasalahan yang dihadapi, menghindarkan diri dari marabahaya, dan dengan begitu seorang warga SH bisa selamat. Dan perpaduan itulah yang disebut sebagai pencak silat, buah dari kolaborasi jasmani dan rohani yang luhur.

Pencak silat SH itu untuk melindungi diri. Untuk mengeluarkan seorang SH dari permasalahan hidupnya. Bukannya untuk mencari masalah dengan main hajar orang lain. ”Kalau saja semua SH berpedoman pada pakem yang diajarkan Ki Ngabehi Surodiwiryo, tidak akan pernah ada insiden. Karena seorang SH sejati pasti akan menghindari perbuatan yang tidak pantas, seperti mencelakai orang lain,” kata Koes.

SH asli, yang saat ini lebih dikenal dengan nama SH Panti, tidak pernah merekrut anggota. Tapi, para pengurus memilih istilah “menghantar” siapa yang berminat untuk masuk ke dalam SH. Mereka pun cukup selektif untuk memilih calon warga.

”Calon warga SH harus memenuhi dua syarat. Pertama, benar-benar punya niat kuat untuk mempelajari SH yang murni. Yang kedua dewasa, dalam artian sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk atau benar dan salah,” kata Koes.

Beda dengan SH lainnya, seperti SH Terate dan Tunas Muda –keduanya turunan dari SH Panti—yang umumnya merekrut calon warga dalam skala massif, di SH Panti sekali masuk maksimal hanya dua orang. ”Menurut perhitungan ajaran SH tidak boleh lebih dari dua orang. Ajaran itu murni dari Ki Ngabehi Surodiwiryo,” terang pengecer ke-7 SH Panti itu.

Inilah yang membuat SH Panti terkesan adem ayem. Pemilihan anggotanya cukup selektif, sehingga pengajaran benar-benar fokus dan mengena. Menurut Koes Soebakir, seorang SH Panti dijamin tidak akan melenceng dari ajaran dan tujuh sumpah yang diucapkan ketika ditahbiskan sebagai seorang SH. ”Kalau melanggar sumpah tidak akan selamat.”

Juga karena alasan itulah SH Panti bukan tipikal SH yang suka menggelar unjuk kekuatan massa. Karena memang bukan itu tujuan SH. Tapi lebih pada pengajaran pada masing-masing individu SH menjadi pribadi yang matang lahir-batin dan selamat dunia-akhirat. Ajaran SH untuk individu, bukan untuk kelompok. Dan ajaran SH hanya diberikan pada warga yang sudah memenuhi syarat dan dikecer, tidak disebarluaskan secara umum.

Sampai sekarang, SH masih eksis dengan nama SH Panti. Pusat kegiatannya di rumah yang pernah ditempati Eyang Suro bersama istrinya, Ny Sariati. Suasana rumah yang kemudian disebut panti itu memang adem ayem, jauh dari kesan ingar-bingar.

Suasana itu seperti pencerminan dari kehidupan Ki Ngabehi Surodiwiryo, seorang pekerja di Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Madiun pada zaman kolonial Belanda, yang menjalani hidup bersahaja dan tenang. Tidak mengangkat dagu kendati dia adalah keturunan darah biru bila ditarik dari garis darah Betoro Katong penguasa Ponorogo zaman dulu.

Dijalankan Tiga Badan

Secara organisasi, SH Panti dijalankan oleh tiga unsur, yaitu Badan Pengesuh atau Pengikat, Badan Pengasuh, dan Badan Pertimbangan.

Disebut Pengesuh, berasal dari kata dasar esuh, dalam bahasa Jawa berarti pengikat lidi. Pengesuh bisa diartikan sebagai pemersatu yang bertanggung jawab terhadap SH. Yang bisa menjadi seorang pengesuh harus warga tingkat tiga, seperti Koes Soebakir. Dari Badan Pengesuh inilah akan diangkat juru kecer, yang akan mengesahkan seseorang sebagai warga SH.

Sedangkan Badan Pengasuh bertanggung jawab atas rumah tangga SH. Yang mengemban peran ini tidak harus tingkat tiga layaknya Pengesuh. Tugasnya sebagai pelaksana upacara kecer, Suran, atau silaturahim.

Badan Pertimbangan bertugas memberikan pertimbangan, referensi, dan bagaimana keputusan yang akan diambil oleh organisasi. ”Tapi bukan berarti mendominasi badan pengesuh maupun pengasuh,” Koes menjelaskan.

Pecah karena Pilihan

Pada dasarnya SH memang hanya satu. Tapi, dalam kondisi kekinian, ada empat SH yang eksis, yaitu SH Panti, SH Terate, SH Organisasi, dan SH Tunas Muda. SH Panti, Terate, dan Tunas Muda terpusat di Madiun, sementara SH Organisasi lahir dan besar di Semarang, Jawa Tengah. Mereka pecah karena pilihan sikap masing-masing. Dan hanya SH Panti yang mengaku masih menjalankan pakem ajaran asli Ki Ngabehi Surodiwiryo.

Menurut catatan sejarah Setia Hati, SH Terate didirikan oleh Hardjo Oetomo di Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun pada tahun 1922. Sampai sekarang, pusat kegiatan SH Terate ada di Jl Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Lalu, pada tahun 1932, Munandar Hadiwijoto memilih mendeklarasikan SH Organisasi di Semarang. Selang tiga dikade setelah SH Organisasi lahir, tepatnya tahun 1966, R Djimat Soewarno juga memisahkan diri dari SH Panti, untuk kemudian mendirikan SH Tunas Muda Winongo yang berpusat di Jl Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

“Yang asli berdiri dari tahun 1903 sampai sekarang adalah SH Panti,” kata Koes Soebakir. Tentang latar belakang kenapa ada perpecahan, kata Koes, ”Itu pilihan kepentingan masing-masing pendiri yang tak ada hubungannya dengan SH Panti.”

SH Terate, Organisasi, dan Tunas Muda memisahkan diri dari SH Panti. Tak ada hubungan organisasi atau keilmuan, kendati pada dasarnya berasal dari fondasi yang sama. “Secara prinsip hubungan kami dengan semua SH baik-baik saja,” Koes memastikan.(tofikpram)

Tujuh Pengesuh atau Pengecer Setia Hati
Ki Ngabehi Surodiwiryo (1903-1944)
Koesnandar (1944-1947/Bupati Madin kala itu)
Kolonel Singgih Gubernur Akademi Militer Nasional Magelang (1947-1957)
Hadi Subroto (1957-1977)
Karyadi (1957-1977)
Soemakto (1978-1998)
Koes Soebakir (1998-Sekarang)

Artikel lain tentang SH :
Riwayat Hidup Eyang Suro Pendiri SH
SH Terate (masih proses)
SH Tunas Muda Winongo (proses)
Melacak Akar Permusuhan Saudara Seguru (Proses)

SEJARAH KI NGABEHI SOERODIWIRJO


EYang SURO dan istri

Ki Ngabehi Soerodwirdjo/ Masdan lahir pada hari Sabtu Pahing 1869, beliau adalah keturunan dari bupati Gresik. Ayahnya bernama Ki Ngabehi Soeromiharjo adalah manteri cacar Ngimbang-Lamongan yang memiliki 5 putera, yaitu: Ki Ngabehi Soerodwirjo (Masdan), Noto/Gunari (di Surabaya), Adi/ Soeradi (di Aceh), Wongsoharjo (di Madiun), Kartodiwirjo (di Jombang). Saudara laki2 dari ayahnya R.A.A Koesomodinoto menjabat sebagai bupati Kediri. Seluruh keluarga ini adalah keturunan dari Batoro Katong dari Ponorogo (Putra Prabu Brawijaya Majapahit).

Pada tahun 1883 beliau lulus sekolah rakyat 5 tahun, selanjutnya ikut saudara ayahnya Ki Ngabehi Soeromiprojo yang menjabat sebagai Wedono Wonokromo kemudian pindah sebagai Wedono Sedayu-Lawas Surabaya. Saat berumur 15 tahun beliau magang menjadi juru tulis Op Het Kantoor Van De Controleur Van Jombang, disana sambil belajar mengaji beliau juga belajar pencak silat yang merupakan dasar dari kegemaranya untuk memperdalam pencak silat di kemudian hari.

Pada tahun 1885 beliau magang di kantor Kontroleur Bandung, dari sini beliau belajar pencak silat kepada pendekar2 periangan/pasundan sehingga didapatlah jurus2 seperti: Cimande, Cikalong, Cipetir, Cibaduyut, Cilamaya, Ciampas, Sumedangan.

Pada usia 17 tahun (1886) beliau pindah ke Batavia/ Jakarta, dan memanfaatkan untuk memperdalam pencak silat hingga menguasai jurus2: Betawen, Kwitang, Monyetan, Permainan toya (stok spel).

eyang suro2sumber foto: http://www.shterate.com

Pada 1887 beliau ikut kontrolir belanda ke Bengkulu, disana beliau belajar gerakan2 mirip jurus2 dari Jawa barat. Pertengahan tahunnya ikut kontroler belanda ke Padang, dan bekerja tetap pada bidang yang sama. Didaerah Padang hulu dan hilir beliau mempelajari gerakan2 yang berbeda dari pencak Jawa. Selanjutnya beliau berguru kepada Datuk Raja Betuah seorang pendekar dan guru kebatinan dari kampung Alai, Pauh, kota Padang. Pendekar ini adalah guru yang pertama kali di Sumatera Barat. Datuk Raja Betuah mempunyai kakak bernama Datuk Panghulu dan adiknya bernama Datuk Batua yang ketiganya merupakan pendekar termasyur dan dihormati masyarakat.

Pada usia 28 tahun beliau jatuh cinta kepada seorang gadis padang, puteri seorang guru ilmu kebatinan yang berdasar islam (tasawuf). Untuk mempersunting gadis ini beliau harus memenuhi bebana, dengan menjawab pertanyaan dari sang gadis pujaan yang berbunyi “SIAPAKAH MASDAN INI” dan “SIAPAKAH SAYA INI”. Karena tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan pikiranya sendiri maka beliau berguru kepada seorang ahli kebatinan bernama Nyoman Ida Gempol yaitu seorang punggawa besar kerajaan bali yang dibuang belanda ke padang. Ia dikenal dengan nama Raja Kenanga Mangga Tengah (bandingkan dengan nama desa Winongo-Madiun-Tengah-Madya). Dari sini Ki Ngabehi mendapat falsafah TAT TWAM ASI(ia adalah aku).

Kemudian pada tahun yang sama beliau belajar pencak silat selama 10 tahun kepada pendekar Datuk Raja Batuah dan mendapat tambahan jurus2 dr daerah padang, antara lain: Bungus (uit de haven van teluk bayur), Fort de Kock, Alang-lawas, Lintau, Alang, Simpai, Sterlak. Sebagai tanda lulus beliau mempersembahkan pisungsun berupa pakaian hitam komplit.

Selanjutnya ilmu yang diperoleh dari Nyoman Ida Gempol disatukan dengan pencak silat serta ilmu kebatinan yang diperoleh dari Datuk Raja Batuah sehingga menjadi aliran pencak silat baru yang nantinya oleh Ki Ngabehi Soerodiwirjo dinamakan SETIA HATI.

Akhirnya bebana yang diminta gadis pujaan beliau dapat dijawab dengan ilmu dr setia hati diatas dan gadis itu menjadi istri beliau, tetapi dari perkawinan ini belum mempunyai keturunan.

Pada usia 29 tahun beliau bersama istrinya pergi ke Aceh dan bertemu adiknya yang bernama Soeradi yang menjabat sebagai kontrolir DKA di LhoukSeumawe, didaerah ini beliau mendapat jurus kucingan dan permainan binja. Pada tahun tersebut guru besar beliau Raja Kenanga Mangga Tengah diizinkan pulang ke bali. Ilmu beliau dapat dinikmati saudara2 SH dengan motto “GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK BATIN” “GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK LAHIR”.

Tahun 1900 Ki Ngabehi kembali ke betawi bersama istrinya dan beliau bekerja sebagai masinis stoom wals. Kemudian beliau bercerai, dimana ibu Soerodoworjo pulang ke padang dan beliau ke bandung.

Tahun 1903 KiNgabehi kembali ke Surabaya dan menjabat sebagai polisi dienar hingga mencapai pangkat sersan mayor. Di Surabaya beliau terkenal dengan keberanianya menumpas kejahatan, kemudian beliau pindah ke ujung dimana sering terjadi keributan antara beliau dengan pelaut2 asing.

eyang suro makam

Pada tahun ini beliau mendirikan persaudaraan SEDULUR TUNGGAL KECER (STK) -LANGEN MARDI HARDJO (Djojo Gendilo) pd Jum’at legi 10 Suro 1323 H / 1903M. Tahun yang diklaim sebagai hari lahirnya SH Winongo, dan mengklaim mewarisi ilmu langsung dari eyang suro, sering mengklaim diri sebagai STK -Sedulur Tunggal Kecer.

Pada tahun 1905 untuk kedua kalinya beliau melangsungkan pernikahan yaitu dengan ibu Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun, dari pernikahan ini mendapatkan 3 orang putra dan 2 orang putri dimana semuanya meninggal sewaktu masih kecil.

Beliau berhenti dari polisi Dienar (1912) bersamaan dengan meluapnya rasa kebangsaan Indonesia yang dimulai sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi ke Tegal ikut seorang paman dari almarhum saudara Apu Suryawinata yang menjabat sebagai Opzichter Irrigatie.

Tahun 1914 beliau kembali ke Surabaya dan bekerja pd DKA Surabaya, selanjutnya pindah ke Madiun di Magazijn DKA dan menetap di desa Winongo, Madiun.

Persaudaraan DJOJOGENDILO CIPTO MULJO diganti nama menjadi Persaudaraan “Setia Hati” Madiun pada tahun 1917. Tahun 1933 beliau pensiun dari jabatanya dan menetap di desa Winongo, Madiun.

Tahun 1944 beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat pada hari jum’at legi 10 Nov 1944 jam 14.00 (bulan Selo tanggal 24 tahun 1364 H) di rumah kediaman beliau di Winongo, dan di makamkan di pasarean Winongo degnan Kijing batu nisan granik dan dikelilingi bunga melati.

Pesan beliau sebelum wafat :

Jika saya sudah berpulang keRahmatullah supaya saudara2 SH tetap bersatu hati, tetap rukun lahir batin;
Jika saya meninggal dunia harap saudara2 SH memberi maaf kepada saya dengan tulus ikhlas;
Saya titip ibunda Nyi Soerodiwirjo selama masih hidup di dunia fana ini;
Al-Qur’an Surat Yasin ayat 1 & 58.A

Artikel lain tentang SH :

SH Panti
SH Terate (masih proses)
SH Tunas Muda Winongo (proses)
Melacak Akar Permusuhan Saudara Seguru (Proses)

Test Taste: Kopi JJ Royal, Rasa Mankyus Tekstur Kurang.


JJ ROYAL

Beberapa jumat yang lalu, dapat free sample ini kopi setelah sholat jumat di Masjid Agung Madiun. Setelah sempat ketlisut, akhirnya ketemu lagi dan kebetulan stok kopi pagi ini kok ya itu-itu aja. 😉

Patokan dasar sebagai pembanding adalah kopi kapal api, selain karena market leader kopi kapal api ini punya tekstur spesial. Walau tubruk, tapi ketika diseduh (cara rumahan) semua ampas kopi akan turun ke bawah sehingga ketika menikmatnya serasa seperti kopi tanpa ampas.

Kok begitu aja dibilang istimewa? ingat, cara nyeduhnya cara rumahan. Air panas, tuang, duk aduk. Dan terbukti, kopi espresso Italia merek illy aja enggak bisa seperti itu. 😉

kopi espresso luwak

Oke langsung to the point. Secara tekstur seduhan, JJ Royal masih kalah sama Kapal Api, masih ada ampasnya, jadi klo minum kopi ini sebelum berangkat ke kantor jangan lupa usap bibir ya :mrgreen: biar enggak punya kumis mendadak.

Secara Aroma, wuih dahsyat lebih dahsyat daripada aroma buzzz yang keluar dari kaleng espresso saat pertama kali dibuka. Top bagi penikmat kopi.

Rasa?, rasa asamnya (acid) hampir sama dengan kapal api tapi dengan tingkat pahit yang … sepertinya … dua tingkat lebih pahit dari kapal api.

Harga? JJ Royal ini dua kali lipat harga kapal api, terutama yang versi Toraja. Karena harga itulah yang mungkin enggak ramah atau cocok sebagai kopi rumahan.

Kopi rumahan itu tidak terlalu mentingin soal rasa yang penting harga bersahabat dengan uang belanja (apalagi klo yg ngatur belanja istri), karena lumrahnya segera diminum, entah sebelum berangkat kerja atau sambil nonton tv yg fokusnya ke acara tv bukan kopi.

Berbeda dengan kopi di cafe atau warung dimana konsumen selain ingin bersantai dengan suasana juga ingin mendapat kopi dengan rasa spesial. Dan biasanya, minumnya cuma 1 cangkir kopi tapi nongkrongnya berjam-jam :mrgreen: nyruputnya sitik-sitik.

Bocoran: Bila dibandingkan dengan kopi luwak bagaimana? bagi pecinta berat kopi, die hard kopi. Rasa kopi luwak itu malah kurang nendang. Karena keasaman (acidity) dan kafeinya yg rendah, emang sih pahit tapi buat apa nyruput kopi kalau cuma pahit doang. 😉 istilah buat saya, kopi luwak bikin cepat ngantuk.

Kesimpulan: Walau harganya lebih mahal, JJ Royal emang lebih enak kok, apalagi bila dibandingkan dengan merek E*****o yang pake emblem espresso 😈

JJ ROYAL 2

Menikmati Pijat Plus-Plus di Grape – Madiun


Untuk pertama kalinya, akhirnya, saya menginjakkan kaki di wana wisata Grape di Kabupaten Madiun.

Terletak di Lereng Gunung Wilis, lokasi wisata alam ini cukup teduh, sejuk walau nggak se-dingin seperti Pudak-Ponorogo (klik disini) meski sama-sama di lereng Gn.Wilis.Memori teringat ketika masih SMA dulu, kawasan ini memang terkenal sebagai lokasi memadu kasih. Tapi apa daya saya dulu, jangankan pacar, motor-pun tak punya … Walhasil, Cuma menjadi pendengar kisah-kasih para teman-teman.  Termasuk kisah paling memilukan, dimana gadis idaman saya, dibawa seorang cowok ke kawasan ini.   Itu kan dulu …   Setelah hampir dua dekade, akhirnya datang juga. Menikmati teduhnya hutan, dengan semilir angin pegunungan. Sembari menikmati jernihnya air sungai Grape.

Menemani para murid kelas 6, melepas lelah dan penat setelah disibukkan oleh Try-Out. Sekaligus sebagai tempat hunting foto, untuk buku kenang-kenangan mereka.

Sedihnya, saya datang ke sana tanpa persiapan celana/baju cadangan untuk basah-basahan 😦 Plus sempat salah jalan, ketinggalan rombongan, lha ndilalah navigator’e via sms juga bingung arah … ndlussup ke medan offroaddd

Walhasil, ketika sampai di Grape, penyakit si Dazzler kambuhh. Setelan as roda belakang. Di bagian kanan “supit” geser, dan menyebabkan tutup swing’arm kendo, terus kocak. … note: jangan digeneralisasi lho ya

Cuma masalah kecil dan udah biasa. nggak sampai 5 menit beress.

Keramaian wana wisata ini, tidak menyurutkan niat menyalurkan hasrat seperti biasanya … menikmati pijatan lembut aliran sungai.

Setelah blusak-blusuk, mencari lokasi yang aman dan terhindar dari keramaian. Akhirnyaaa, bisa juga melepas lelah dan penat. Menikmati jernih dinginya air, sembari merasakan pijatan air yang masih jernih dan alami. Lumayaann … buat membakar lemakk 😳

Last … Wana Wisata Grape emang layak dikunjungi, nggak hanya untuk muda-mudi memadu kisah kasih asmara. Tapi juga untuk mengenalkan ke-asri-an alam untuk anak. 😉

intermezzo:. Dijalanan offroad super jelek plus super dalam masuk hutan. jadi tahu kenapa disebut grape. Mungkin karena banyak yg grepe-grepe diarena sepi.  damn!

Ahhh, kekuatan cinta emang dahsyattt … jalanan sejelek apapun, bisa dilewati, demi mereguk manisnya asmara.

Artikel lain:

Inilah Piramida di Indonesia yang Masih Utuh dan Nyata


Piramida Itza

Menarik sekali mengamati reributan kaum arkeolog dan penikmat sejarah tentang ada tidaknya Piramida di beberapa gunung di Jawa Barat. Terutama kasus Sadahurip.

Tentang benar ada tidaknya Piramida disana, biarlah waktu yang menjawab. Saya cuma aneh saja, saat membaca kompas.com. Terkait pernyataan berikut:

Arkeolog Dr Bambang Sulistyanto menyatakan bahwa kemungkinan temuan piramida di Gunung Sadahurip, Kabupaten Garut, dari aspek arkeologi tidak masuk akal karena Indonesia tidak mengenal kebudayaan piramida

Saat masih menjadi sopir rental plus guide di Jogja dulu. Candi satu ini selalu masuk daftar menu saya, walaupun menu “kota-kota” di kawasan Solo nggak tercantum tempat ini.  Baca lebih lanjut

WKwkwkw, New 2012 Pulsar 200NS Mbelerr, pliss deh ahh


sumber: agusedisaputra

Setelah dihebohkan oleh kemunculan, sekarang jagad otomotif dihebohkan soal “isu” klo dia terkena penyakit keturunan. Oli mbelerr .. sekarang Coolant mbelerr, opo iya?

Klo menurut saya sih, itu bukan air coolant atapun oli idemitsu atau apa pun yang bersumber dari dalam mesin. Baca lebih lanjut

Agresi Militer Islam (I): Dahsyatnya Agresi Penyebaran Islam di Indonesia


Membaca buku sejarah di bangku-bangku sekolah, seringkali proses tersebarnya Islam di”suci”kan teorinya oleh para penulisnya. Jelas tertulis bahwa Islam tersebar di Nusantara karena teori perdagangan dan hanya dakwah semata, terutama berkaitan dengan legenda walisongo.

Islam sebenarnya sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 654, saat khalifah ke-3 Ustman Bin Affan membentuk armada laut pertama dalam sejarah Islam, dan mengutus para diplomatnya ke segala penjuru dunia termasuk Javadwipa. Baca lebih lanjut

Korea Utara (I): Kebudayaan, Seni, dan Hiburan yang dipaksakan


Salah satu video favorit saya di youtube adalah pertunjukan musik anak-anak korea utara. Dalam balutan pakaian nasionalisme, patriotisme … dengan senyum di wajah, mereka begitu bangga tampil di panggung kehormatan.

Penampilan anak-anak korut dalam dua video dibawah ini seperti menampar kesadaran budaya dan kebutuhan hiburan saya sebagai bangsa Indonesia ….  Baca lebih lanjut

Kasus Patung: Antara Purwakarta dan Ponorogo


Perusakan patung di Purwakarta begitu menghebohkan, apalagi kemudian dikaitkan dengan ormas Islam sebagai pelaku. Hemat saya, masalah utama justru bukan pada apakah itu patung anti Islam atau bukan, tapi lebih karena emang … itu patung nggak sesuai tradisi setempat.

Remember!,  Purwakarta bukan Purwokerto …. Sunda itu bukan Jawa, even they live in Java island.

Yup masalah utama memang, bahwa patung-patung yang dirusak itu tidak mencerminkan budaya Sunda. Sehingga ketika terjadi perusakan, tidak ada pembelaan terhadap patung-patung tadi sebagai simbol daerah ataupun sebagai identitas kearifan lokal.

Ponorogo, Kota Santri seribu patung berdiri.

Purwakarta kota santri? …. eit nanti dulu laghh, jangan buru-buru mengklaim takutnya ntar kena jaring SARA. Tapi klo kita menyebut Ponorogo sebagai kota santri, emang nggak terbantahkan. Selain Ponpes Gontor, disini terdapat hampir 50-an Pesantren dengan beragam sistem. Ada yang modern macam Gontor, banyak pula yg “full salaf” seperti Lirboyo atau Tremas, yang salafi seperti di Arab juga ada … pokoke komplit.  Baca lebih lanjut

LINKIN PARK: Rocker nggak harus Ngrokok


Well, salah satu band favorit kembali hadir di Indonesia. Seingat ane, ini adalah konser kedua LInkin Park di Indonesia. Dan menurut kabat berita, persyaratan yang mereka berikan pada EO dan Promotor penyelenggaranya masih sama.

Hotel yang bebas asap rokok mulai dari lobi sampai ke kamar mereka (kabarnya sampai 1 lantai diatas dan dibawahnya), plus sponsor konser klo bisa bukan dari pabrik rokok (klo yg ini hukumnya sunnah). :mrgreen:

Band yg satu ini merupakan inspirasi bagi saya pribadi untuk berusaha total berhenti merokok … berat, karena asap rokok itu adalah kepulan inspirasi, dan emosi yg terlepas dari jiwa dan melepas segala kepenatan hati. 😳 Baca lebih lanjut

untuk arrahmah.com: Halal bi Halal di Arab … Ada kok!


Agak kurang sregg  saat membaca artikel di website arrahmah.com. Bukan bermaksud untuk menjelkkan beliau KH.Zainal Abidin yang seorang rektor di Stain, hanya sekedar tabayyun kiai … 😉

Menurut beliau, ucapan minal aidzin wal faizin hanya ada di Indonesia … hallah mossok?.

Saya pernah menanyakan perihal ini kepada seorang Sheikh, beliau menjawab bahwa mengucapkan doa kepada sesama muslim selama hari raya adalah “sunnah hukumnya”.  Baca lebih lanjut

Sunni Radikal vs Syiah Militan


Awal tahun 2008, Kantor Polisi Doha boyongan ke gedung baru. Bila sebelumnya dirancang dengan bangunan classic di pinggir “Souq Waqif” di tepi pantai corniche Doha. Kantor yg baru memakai arsitektur arab modern pindah ke tengah kota di crazy roundabout.

Kantor baru, masjid baru … Pihak kementrian auqaff menyumbang alqur’an (cetakan semarang ternyata), buku-buku Islami dan raknya sekaligus untuk masjid ini. Perawatan buku-buku diserahkan kepada saya dan seorang rekan asal piliphines.

Saat menata buku-buku itu, ada satu seri buku yang menarik perhatian. Yaitu seri “Khulafaurashidin”, selama ini yang dipelajari di Indonesia, khalifah yang termasuk khulafaurrashidin itu ada 4 … Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, tapi kenapa ini ada lima kitab? … siapa yang kelima? … Muawiyah bin Abi Sufyan … Beliau adalah sahabat Rasulullah, sehingga tidak pantas kita membicarakan hal buruk terhadapnya. Baca lebih lanjut

Wow!, Persipura Masuk Klub Terbaik Dunia


Satu lagi prestasi anak negeri ditorehkan. Kali ini anak-anak papua lewat persipura berhasil masuk dalam jajaran elite tim-tim sepakbola Dunia berdasarkan rangking IFFHS (The International Federation of Football History & Statistics) di rangking 176. Kerren!. Lazio, Klub mantan Juara Serie-A Scudetto aja kalah. Klub Liga Premier English, Bolton Wanderers yang lagi on fire di pekan-pekan pertama liga juga dikangkangi.  Baca lebih lanjut

Matur Thank you FACEBOOK!


Dunia terus berputar, teknologi hadir silih berganti memudahkan pengguna, aneka fitur membuat silaturrahmi menjadi mudah. Alhamdulillah setelah sekian lama berpisah (sejak th 2008), Facebook dapat menyambung kembali tali pertemanan kami yang sempat terputus karena kendala tulisan.

Awalnya perkenalan dulu, saya sempat aneh dengan dua rekan saya ini. Ichsan Cassim asal Srilanka dan Gang Xu asal China. karena dua-duanya blass nggak bisa baca tulis huruf alphabet a-b-c. 🙄 satu-satunya yang menyatukan kami adalah bahasa Arab.  Baca lebih lanjut

Mongol, Pasukan Kiriman Tuhan (II)


Ada sebuah hadist yang isi-nya menerangkan suatu ancaman, bahwa jika suatu negeri telah lupa akan perintah-perintah agama akan didatangkan/dibangkitkan pemimpin yang dzolim dan bengis. opo ngono? … karena ilmu hadist saya yang lemah saya kurang tahu essensi-nya yang asli. 😉

Lanjutan dari Mongol, Bangsa Penyebar Islam (I)

Masa-masa akhir Dinasti Abbasyiah adalah masa kesesatan, jauh dari apa yang disebut akhlaqul Islamiyah. Perbudakan manusiawi dan secara bertahap mulai dihapuskan oleh Rasulullah dan sahabatnya, malah kembali dilestarikan pada masa ini dengan perbudakan yang tidak manusiawi. Perdagangan yang jujur sudah tidak ada lagi, bahkan pedagang asal Baghdad terkenal akan kelicikanya pada masa itu. Menarik “jizyah” (upeti) seraya mengancam akan membumi hanguskan. dll  Baca lebih lanjut

Darsem dan Hakim Asem, Indonesia Banget(en) sichh


Salah satu kaidah pokok dalam ilmu ushul fiqh adalah “aslu baqo’un ma kana ‘alaa ma kanaa” kurang lebih artinya, yang namanya “Asli” ya tetap aslinya begitu, arep piya-piye yo pancet ngono asline … :mrgreen:

Banyak orang trenyuh, kasihan, simpati ketika Yu Darsem dijatuhi hukuman mati dan segera dipancung. Emosi terpancing lalu mengalirlah milyaran solidaritas untuk membebaskan Darsem dari hukuman, tanpa peduli salah atau benar. Pokoke dia saudara sebangsa setanah air yang harus dibebaskan.Kita seakan lupa pepatah para leluhur, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

Harusnya kita menghormati proses peradilan di Saudi Arabia. Jangan langsung menuding bahwa Darsem telah dianiaya, dizolimi, kemudian menghakimi bahwa Darsem tidak bersalahh … Kita seakan melihat proses pengadilan disana sama dengan pengadilan di Indonesia. Mental para jaksa sama dengan Jaksa  Cirrus atau Jaksa Urip di Indonesia. Para Hakim sama saja dengan hakim-hakim di Indonesia, bisa dibeli. Karena emosi, kita lupa pepatah yg diajarkan leluhur Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikanya  Baca lebih lanjut

Hikmah Senin (3) : Harta itu bagaikan air


Kadang kita tidak menyadari, klo tiba-tiba uang yang dikantong sudah habis. Bahkan kadang uang sudah dalam disimpan rapet dalam kartu ATM atau kartu kredit, tetap aja bocor sampai kering kerontang. Sebenarnya apa to yang salah?

Nggak ada yang salah kok!. Karena sifat harta/uang itu emang mirip air. Mau dikantongi, disimpan dalam lemari brangkas, bahkan dikepres dalam bentuk buku tabungan dan kartu debit pun juga bakalan habis. Selain gak dibawa mati, sifat makhluq yang satu ini emang mirip air.

Bukti bahwa Harta=Air adalah penulisannya dalam bahasa Arab. Harta itu ditulis dengan kata (مال) yang merupakan “masdar” (mas harus sadar) :mrgreen: dari kata مال – يميل yang artinya mengalir. Baca lebih lanjut

Pajak semakin Gila dan ngGilani!


66 tahun kita merdeka, dan selalu saja kita dicekoki bahwa zaman penjajahan Belanda itu nggak enak. Ditindas, dizolimi, dipajeki, dissuruh kerja paksa dll … kita sambung di artikel “Perang Kemerdekaan untuk Siapa?”

BaCk to Laptop 8o

Padahal sekarang aja, rakyat non PNS sudah terjajah. Anggaran belanja Negara 80% habis untuk memanjakan kaum bernama PNS sedang yang non-PNS mati tercekik Pajak … yang ujung-ujungnya, si Pajak itu masuk dan habis buat Anggaran belanja Negara. sudrun! …  nasib rakyat swasta, sama dengan rakyat terjajah, WNA! 😈

Termasuk yang terbaru nihh, massak mau nyepak bola saja harus bayar pajak. Pulsa dipajaki, Sabun mandi juga dipajaki, motor dipajaki, makan di restoran juga dipajaki, bandwith juga kena pajak … sekalian saja kata “pajak” diganti menjadi “palak”.

Ajian Semar Mendem TKW dan Artis Blasteran


Sudah bukan rahasia lagi, klo wajah blasteran itu lebih laku dijual daripada wajah-wajah lokal. Gak percaya?, tuh lihat aja BOTD, wajah ganteng Mas Tri dan Mas Taufik kalah telak dari wajah-wajah korea … macam Myo Bun, Kyo Hun maupun Mi Won :mrgreen: Orang keturunan Arab sendiri juga rata-rata gak kalah ngetop kok … tuhh si Nazarudin 😆

Intinya, para kaum wanita kita emang (mungkin) dan bossen sama wajah-wajah lokal, jadi maunya yang blasteran. Naghh, ketika kesempatan untuk mendapat barang pria yang asli 100% tentu tidak boleh di-sia-sia kan sama si pemburu dan pengidola …

yaghh mungkin itulah yang ada di benak para TKW yang ketika berangkat dari kampung halaman sudah siap berbekal Pelet, ajian semar mendem, jaran goyang sampe rajah nyi lampir … monggo dilihat videonya  Baca lebih lanjut

Abu Khomsin, TKW Pelacur dan Harga Diri Bangsa


Siapa kaum perempuan tercantik di dunia Arab, Wanita Indonesia jawabnya. Banyak mitos yang berkembang di kalangan pria Arab tentang wanita Indonesia. Mulai dari miss-v rapet, bersih, harum, bisa multi orgasme, manut disuruh gaya apa, bisa goyang maut, goyang inul … dannnn nggak mahal kok, semua servis tambahan tadi cuma cukup dibayar 200riyal, malah klo si pria Arab ganteng, cukup ditebus dengan bisikan “i love u” …

Piye ceritane? …

Kalo diprosentasekan, TKW yang gagal, disiksa dan dibunuh itu emang cuma 5%. Lalu yang sukses, majikanya baik, bahkan dianggap sebagai saudara sendiri itu 25%. Naghhh sisanya ya jenis TKW pelacur 🙄 piss dulu 😉  Baca lebih lanjut

Gulingmu si Pelacur Warisan Belanda


ini adalah artikel dari majalah-historia.com sengaja disajikan ulang untuk lebih mempopulerkan website yang menurut JUPe sangat-sangat buagus, karena menyingkap sejarah yang selama ini nggak pernah diajarkan dibangku sekolah. Monggo dibaca dan dinikmati, awass jangan ngecesss

 

Siapa Peluk “Istri Belanda”
Kamis, 17 Maret 2011 – 22:53:23 WIB

Kehadirannya di ranjang bikin nyaman dan sejuk, sebanding dengan peran seorang istri atau penyejuk udara (AC).


SETIAP malam, sebagian dari kita terbiasa tidur dengan memeluk “istri Belanda” (Dutchwife) alias guling. Tanpanya tidur tak terasa nyaman. Tapi di masa lalu, tak semua orang bisa memilikinya. Hanya kalangan atas atau priyayi. Kisah dalam novel Jejak Langkahkarya Pramoedya Ananta Toer, menyentil kebiasaan itu. Baca lebih lanjut