Arsip Tag: Madiun

Gerhana Bertepatan Dengan Hari Nyepi, Ini Kisah Mistisnya


image

Gerhana Matahari tahun ini bertepatan dengan Hari Nyepi bagi umat Hindu. Nyepi adalah tahun baru dalam kalender Saka, Bali. Di hari itu dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari Amerta, air Kehidupan.

Baca lebih lanjut

Banjir Bandang, Jembatan Desa Penghubung Ponorogo-Magetan Putus Total


jembatan parang

Jembatan penghubung Ponorogo-Magetan yang roboh. Foto: okezone.com

Hujan deras 3 hari terakhir yang mengguyur kawasan sekitar Ponorogo dan Magetan. Menyebabkan air Sungai Galok meluap sehingga Desa Puhijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo, banjir. Arus deras aliran sungai menghanyutkan batu dan pepohonan di tepian sungai hingga menumpuk di bawah jembatan, pondasi jembatan akhirnya tak kuat menahan arus air dan sampah. Hingga jembatan penghubung Desa Puhijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo dan Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Magetan, pun putus total. Baca lebih lanjut

Inilah Lokomotif Anti Banjir Buatan Madiun, Siap Operasikan


image

Satu lagi karya anak Bangsa. PT Industri Kereta Api (Persero) di Madiun, Jawa Timur, mulai mengirim satu dari lima lokomotif DH CC-300  tahan banjir, yang  dipesan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ke Medan, Sumatera Utara. Baca lebih lanjut

Kolam Renang Pasar Besar Madiun, Kolam Indoor Kualitas Terbaik di Wilayah Plat AE


image

Kolam renang Indoor satu-satunya di wilayah Plat AE

Sejak kolam renang Tirto Menggolo Ponorogo ditutup untuk renovasi total. IMHO, Tak ada lagi kolam renang standar atlit di wilayah Karesidenan Madiun.

Hampir keseluruhan cuma Kolam Renang permainan, konsep water boom, yang kedalamanya maksimal cuma 1.80meter. Bentuknya oval, luasnya segede empang.

Ehh ternyata saya salah. Niat hati ke Pasar Besar Madiun (PBM) untuk mencari cincin buat batu akik. Ternyata di lantai atas pasar ada Kolam Renang yang besar. Ukuranya sekitar 50mx20m dengan kedalaman mencapai 2-3 meter. Mantabb.

Pembuatan Kolam Renang di atas PBM karena pasar ini pernah 2 kali terbakar. Dan dengan adanya kolam, terbukti efektif memadamkan api saat ada kebakaran kios tahun 2015. Ide sederhana tapi mantabb.

Kualitas Air dan Kebersihanya Bintang 5.
Di hari biasa. Kolam renang yang terdiri dari dua kolam ini sepi. Kolam utama dan kolam anak-anak. Baru ramai di akhir pekan dan hari libur.

Kualitas kejernihan airnya sangat bagus. Walau menggunakan kaporit, tapi kadarnya sedikit, tidak pedih di mata dan baunya tidak menyengat. Mungkin karena tertutup atap, sehingga mikroba yang hidup di air tidak banyak walhasil penggunaan kaporit bisa  diminimalisir.

Saat saya tanya ke petugas, Air diganti 2kali dalam seminggu. Kebersihan sarana fasilitas juga bagus.

Kesimpulan.
Inilah komplek kolam renang terbaik di wilayah Karesidenan Madiun Plat AE. Satu-satunya kolam renang yang memakai atap.

Indoor gitulah. Cocok buat renang di siang hari panas terik tanpa takut kulit jadi hitam. Renang saat hujan badai petir pun juga gak perlu khawatir tersambar geledek.

Tiket masuknya murah, hanya 10.000 rupiah. Free parkir. Satu-satunya kekurangan, tak tersedia penjual minuman.

Sangat cocok buat yang hobi olahraga renang. Tapi gak cocok bagi yang hanya hobi main air.

image

Selfie dulu

Teruss loncattt

image

Madiun Kota Dara


image

Jika mampir ke kota Madiun, sempatkan diri untuk mampir ke alun-alun kota. Waktu terbaik untuk bermain di alun-alun adalah sore hari.

Di tempat ini terdapat banyak kawanan burung dara / merpati. Layaknya di negara-negara eropa. Kawanan Merpati di sini sangat jinak. Baca lebih lanjut

Pasar Joyo Di Hari Minggu, Surga Belanja Bagi Aneka Hobi


image

Pasar Srijaya Kota Madiun berlokasi di dekat Carrefour Madiun. Lebih dikenal Pasar Joyo. Pasar ini mirip dengan Pasar Ngasem di Kota Jogja. Yang ramai dikunjungi untuk memenuhi kebutuhan pada hobi.

Ada burung, kucing, ikan, tanaman bunga sampai batu akik dan otomotif tersedia. Pada hari Minggu pagi, suasananya sangat ramai.

Ini kali ketiga seumur hidup saya mengunjungi pasar ini. Pertama ketika masih kecil diajak oleh babe. Kedua, saat mengajak anak plus berburu burung untuk piaraan. Dan ketiga hari ini, untuk berburu batu akik. :mrgreen:

image

Murai Batu Sumatera yang sudah gacor ngeplong, dibandrol 1juta rupiah. Perhatikan gambar diatas, hobi burung ya hobi akik juga. Hobi akik juga menguntungkan panitia lomba berkicau. Saat burung digantang untuk dilomba, pemilik burung sekarang jarang yg teriak-teriak, mereka sibuk ngumpul mbahas akik. :mrgreen: joss laghh

image

Dari pakan manusia sampai pakan burung, ada semua.

image

Si Penjual akik ini datang langsung dari pacitan. Daganganya, batu akik kalsedon murah meriah kualitas baguss.

image

Makanan dan minuman, harga tetap terjangkau. Semangkok Soto Ayam sedapp ini, cuma dibandrol 7.500 rupiah. Es teh juga masih 2.000 perak saja.

image

Mantap to?

Hobi Baru Anak Bengkel, Gosokk Batu Saat Lagi Sepi Garapan


hobi batu mulia (2)

Hobi batu akik sekarang ini lagi merajalela sobat. Sampai kapan tren ini akan terus berlangsung? kayaknya bakal lebih lama daripada ikan Louhan ataupun Talas Cinta. Kenapa? karena batu akik berbeda dengan dua komoditas tersebut.

Pertama: Batu akik memang sudah sejak lama diminati sebagai perhiasan.
Kedua: Batu akik susah dibuat dan bahanya pun juga susah dicari, berbeda dengan Anthurium dan Ikan Louhan yang mudah dikembangbiak.
Ketiga: Batu akik bersifat tahan lama seperti emas dan permata, dan sudah menjadi kodrat manusia untuk mencintai hasil tambang alam.
Keempat: Tren batu akik sekarang ini bukan berasal dari arena kontes.
Jadi?, batu akik bukanlah monkey bussines

hobi batu mulia (1)

Salah satu imbas dari demam batu akik adalah munculnya aktifitas baru di masyarakat. Yaitu menggosok batu, asal batunya bukan hitam langsung deh digosok :mrgreen:

Seperti yang dilakukan personel salah satu bengkel motor ini di Kota Ponorogo. Saat kondisi bengkel sepi karena hujan turun dari langit. Mereka sibuk berlomba menggosok batu untuk dijadikan batu akik.

Modal peralatanya sederhana, hanya lem G untuk merekatkan batu ke kayu. Lalu amplas untuk menggosok batu. Hasilnya? Luar biasa, enggak kalah dengan perajin penggosok batu professional mas bro.

Hasilnya juga lumayan untuk menambah pendapatan. Satu batu bisa dihargai antara 75ribu – 200ribu tergantung jenisnya. Malah katanya pernah nggosok batu warna merh yg laku dijual 500ribu.

hobi batu mulia (3)Nahhh ini baru hobi bagus, daripada nongkrong bengong di warung sambil ngudud ngabisin duit, kan enak tuh nongkrong sambil nggosok batu bisa nambah uang saku.

 

Merekonstruksi Profil Prabu Jayakatwang, Raja Agung yang sering ditulis sebagai Tokoh Jahat


jayakatwang
Prabu Jayakatwang adalah yang pertama memakai panji merah putih

Prabu Jayakatwang adalah raja terakhir dari Kerajaan Kediri yang silsilahnya kakek moyang bertaut pada raja-raja Agung Wangsa Airlangga dan Syailendra seperti Jayabaya, Airlangga, Dharmawangsa, Isnaya (Mpu Sendok) dan Sanjaya yang diantara penginggalanya adalah Borobudur dan Prambanan. Dia adalah cucu dari Raja Kertajaya, raja Kediri yang dibunuh oleh Ken Arok yang lalu mencoba mendirikan Kerajaan baru bernama Singosari di atas runtuhan Kediri.

Ken Arok adalah anak seorang kusir yang ayahnya mati terbunuh ketika dia masih dalam kandungan Ibunya. Ketika dia lahir, ibunya tidak berminat mengasuhnya karena hendak menikah lagi, sehingga Ken Arok bayi dibuang di area pemakaman lalu dipungut dan diasuh sebagai anak oleh pencuri bernama Lembong.

Ken Arok lalu tumbuh menjadi berandalan dan menjadi perampok paling ditakuti di wilayah kerajaan Kediri. Dia lalu bersahabat dengan putra Tunggul Ametung, akuwu/camat wilayah Tumapel bawahan Kediri. Karena tertarik pada istri Tunggul Ametung, Ken Dedes. Dengan siasat keris pusaka Mpu Gandring, Ken Arok sukses membunuh Tunggul Ametung, lalu menjadi penguasa Tumapel kemudian menggulingkan kekuasaan.

Keberhasilan suksesi berdarah ini karena dirinya didukung oleh seorang Brahmana Siwa asal India bernama Lohgawe yang memaklumatkan pada rakyat bahwa Ken Arok adalah avatar Dewa Siwa. Berkat kampanye Lohgawe ini, Ken Arok berhasil merebut simpati kaum Brahmana lalu mendeklarasikan Tumapel merdeka dari Kediri. Sejak saat itu pula, aliran Hindu Siwa juga lebih dominan di tanah jawa daripada Hindu Wishnu.

Pasukan Kediri yang mencoba memadamkan pemberontakan ini dan dipimpin langsung oleh Raja Kertajaya dikalahkan oleh Tumapel dan Raja Kertajaya pun terbunuh dalam perang ini. Sejak saat itu Kerajaan Kediri menjadi daerah jajahan Tumapel yang disebut dengan nama baru, Singosari dan Ken Arok bergelar sebagai Ranggah Rajasa, pendiri Wangsa Rajasa yang keturunanya akan turun temurun memerintah Jawa dari Era Majapahit sampai Mataram Islam dengan segala intrik perang saudara.

Dalam Negarakertagama, riwayat kelam kehidupan Ken Arok coba disembunyikan dengan disebut lahir tanpa ibu dan putra dari Bathara Girinata. Hal ini bisa dimaklumi karena naskah tersebut memang ditulis untuk mengagungkan para Raja Majapahit, tentu tidak patut bila nenek moyang pendiri raja Majapahit ditulis sebagai berandal, pencuri, pengkhianat dan lain-lain.

Kekalahan Raja Kertajaya membuat para keturunan Wangsa Airlangga – Syailendra mengungsi meninggalkan Kediri. Mereka mendirikan kerajaan baru bernama Glangglang di bumi Ngurawan Madiun.

Pada masa Singosari diperintah oleh Raja ketiga, Glangglang juga diperintah generasi ketiga dengan rajanya yang bernama Prabu Jayakatwang cucu dari Kertajaya. Kertanegara raja ketiga Singosari, adalah raja lalim yang tidak disukai oleh rakyat maupun raja-raja lainya. Utusan diplomasi Mongol yang datang padanya dipotong telinganya.
Jayakatwang sukses meruntuhkan Singosari, lalu membangun kembali kerajaan Kediri. Karena memiliki jiwa welas asih dan bijaksana, Jayakatwang tidak membunuh putra Mahkota Singosari bernama Raden Wijaya, tapi malah memberi ampun dan tanah perdikan di Hutan Tarik.
Air susu ini dibalas oleh air tuba oleh Raden Wijaya, dia memanfaatkan pasukan Mongol yang sebenarnya datang ke tanah Jawa untuk menghukum Kertanegara Raja Singosari, ayahnya. Tapi dengan licik dia sukses memanfaatkan Mongol untuk menghancurkan Kediri Baru dan membantai semua anggota keluarga Jayakatwang.
Musnah sudah Keturunan Wangsa Airlangga yang juga masih keturunan Wangsa Isyana dan Wangsa Syailendra. Sejak saat itu, tanah jawa akan diperintah oleh Wangsa Rajasa yang tidak memiliki garis silsilah dengan wangsa-wangsa sebelumnya. Sejarah para raja dari Wangsa Rajasa akan dipenuhi oleh perang saudara, pemberontakan, pengkhianatan panglima dan patih. Sejak era Majapahit berdiri sampai era Kraton Solo sekarang ini. :mrgreen:Tapi dalam kronik atau novel sejarah jawa seperti Tutur Tinular, Jayakatwang sering digambarkan sebagai sosok antagonis, penjahat, lalim, pemberontak, pembangkang dsb. Padahal dia naik tahta atas dorongan rakyat untuk membangun kembali Kediri dan mengembalikan tahta pada Wangsa Airlangga.

Yaa begitulah sejarah, selalu ditulis oleh yang memenangkan pertempuran untuk memuja kebesaranya dan menistakan musuhnya.

Yuuk Hadir di Festival Glang-Glang, Pemecahan Rekor MURI untuk Pelestarian Sejarah Madiun


festival glangglang

Saat pemerintah tidak menaruh perhatian pada sejarah daerahnya, para pecinta sejarah di Madiun secara swadaya melalui LSM Kompas Madya Historia van Madioen menggerakkan minat masyarakat dalam memelihara sejarah daerahnya.

Sebuah Festival yang bertempat di desa Ngurawan, Kec. Dolopo, Kab. Madiun ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan dan untuk menjaga peninggalan Sejarah di Madiun. Di desa Ngurawan ini dulu masih tersisa reruntuhan Istana Glang-glang tempat bertahta Prabu Jayakatwang. Sayangnya reruntuhan tersebut sekarang sudah hampir tak berbekas lagi.

Monggoo bagi sobat peminat sejarah untuk datang langsung ke desa Ngurawan, Dolopo, Madiun. untuk berpatisipasi dalam acara pemecahan rekor MURI. Oleh panitia disediakan tempat menginap bagi peserta dari luar kota.

glangglang

Madiun dulu adalah pusat kerajaan Gelang gelang yang dipimpin oleh Raja Jayakatwang. Dialah yang menghancurkan Raja Kartanegara dari Singhasari, lalu membangkitkan kerajaan Kediri yang dihancurkan oleh Kertanegara.

Jayakatwang adalah raja welas asih yang bijaksana, dia menyerbu Singhasari karena mengklaim sebagai ahli waris yang sah dari kekuasaan Kediri. Karena leluhurnya adalah Raja Kertajaya yang memerintah Kediri yang diserbu oleh Ken Arok dan menjadikan Kediri bawahan Singhasari.

Setelah menaklukan Singhasari, Jayakatwang memberi pengampunan pada putra Kertanegara bernama Raden Wijaya dengan memberinya wilayah otonomi di Hutan Tarik. Sebagaimana diketahui, Raden Wijaya kemudian  memanfaatkan pasukan Mongol yang sebenarnya datang untuk menghukum Kertanegara ayahnya. Tapi kemudian dimanfaatkan untuk menggempur Jayakatwang dan mendirikan Majapahit.

jayakatwangJayakatwang juga yang pertama menggunakan panji merah putih

 

Sasaran lokasi juga sangat mudah dituju sob. Yaitu di tepi jalan raya Madiun-Ponorogo. 2KM setelah pasar Dolopo bila dari arah Madiun ke selatan. Atau 5KM setelah pasar mlilir bila dari arah Ponorogo ke utara menuju Madiun. Berikut sasaran peta google maps, yg bertanda merah.
image

Jika sudah dekat sasaran tanya saja, keywordnya MI thoriqul Huda Ngrawan.

Harga Mobil Honda Terbaru Wilayah Madiun


Berikut adalah price list Harga NEW Mobil Honda Madiun OTR :

honda-brioBrio Satya

Brio Satya A M/T : Rp. 110.900.000
Brio Satya S M/T : Rp. 115.900.000
Brio Satya E M/T : Rp 121.900.000
Brio CKD S A/T : Rp 145.300.000
Brio CKD E A/T : Rp. 150.300.000
Brio Sport M/T : Rp 187.000.000
Brio Sport A/T : Rp 197.000.000

Mobilio S M/T : Rp 167.750.000
Mobilio E M/T : Rp 187.750.000
Mobilio E CVT : Rp 198.250.000
Mobilio E Prestige : Rp 206.750.000
Mobilio New RS putih M/T : Rp 209.250.000
Mobilio New RS Putih A/T : Rp 219.750.000.
Mobilio New RS Spesial Colour M/T: Rp. 210.250.000
Mobilio New RS Spesial Colour A/T : Rp 220.750.000.

honda jazz terbaruAll New Jazz Merah foto: kobayogas.com

Jazz New A MT = Rp. 205.500.000
Jazz New S MT = Rp. 223.500.000
Jazz New S CVT = Rp. 233.500.000
Jazz New RS MT = Rp. 246.000.000
Jazz New RS CVT = Rp. 256.000.000
Untuk warna merah ada diskon 1.500.000

All NEW CITY S M/T : Rp 285.000.000
All New City S A/T : Rp 295.000.000
All New City E M/ T : Rp 300.000.000
All New City E A/T : Rp 309.500.000
All New ES A/T : Rp 392.500.000

Honda-Freed-MPV-rearHonda Freed

 

Freed S A/T : Rp 261.000.000
Freed PSD A/T : Rp. 283.800.000

All New CRV 2.0 M/T : Rp 392.000.000
All New CRV 2.0 A/T : Rp 402.000.000
All New CRV 2.4 A/T : Rp 436.500.000
All New CRV 2.4 Prestige A/T : Rp 455.500.000

2014_honda_odysseyAll New Honda Odyssey

All New Civic 1.8 M/T : Rp 376.000.000
All New Civic 1.8 A/T : Rp . 389.500.000
All New Civic 2.0 A/T : Rp 448.500.000

All New Accord VTI A/T : Rp 530.000.000
New ODYSSEY 2.4 A/T : Rp 608.500.000

Sejarah SH (1): Setia Hati Panti, Istiqomah mengolah hati


eyang suro 1

SETIA HATI. Sudah, itu saja nama asli perguruan asli Madiun ini. Tanpa embel-embel nama lain di belakangnya. Hanya SH.

Setia Hati bisa disebut sebagai organisasi yang lengkap. Mengajarkan bagaimana cara keluar dari permasalahan hidup, dengan menggabungkan kebutuhan jasmani dan rohani. Dua kebutuhan itu lalu dilebur dalam gerak indah untuk pertahanan diri, yang akhirnya diberi nama pencak silat. Pencak silat dalam arti untuk pertahanan lahir batin, bukan untuk gubrak-gabruk adu fisik.

Adalah Ki Ngabehi Surodiwiryo yang punya inisiatif untuk melahirkan ajaran Setia Hati. Di Jl Gajah Mada No 41, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, ajaran ini mulai diperkenalkan oleh pria flamboyan yang akrab disapa Eyang Suro itu pada khalayak pada tahun 1903.

Filosofi dasar ajaran Setia Hati sebenarnya sangat luhur dan manusiawi. ”Setia Hati memiliki makna setia menuruti kehendak hati yang luhur untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa,” papar Koes Soebakir, pengesuh Setia Hati –atau menurut istilah SH disebut pengecer.

SH, kata Koes, memberikan suatu pelajaran untuk mendapatkan keselamatan. Secara teknis, memberikan pelajaran lahiriah berupa pencak silat dan pelajaran batiniah berupa upaya sungguh-sungguh untuk mendalami ajaran ke-Tuhan-an.

Lalu dua hal tersebut dipadukan sehingga melahirkan satu gerak, baik refleks fisik maupun rasa, sehingga bisa memecahkan permasalahan yang dihadapi, menghindarkan diri dari marabahaya, dan dengan begitu seorang warga SH bisa selamat. Dan perpaduan itulah yang disebut sebagai pencak silat, buah dari kolaborasi jasmani dan rohani yang luhur.

Pencak silat SH itu untuk melindungi diri. Untuk mengeluarkan seorang SH dari permasalahan hidupnya. Bukannya untuk mencari masalah dengan main hajar orang lain. ”Kalau saja semua SH berpedoman pada pakem yang diajarkan Ki Ngabehi Surodiwiryo, tidak akan pernah ada insiden. Karena seorang SH sejati pasti akan menghindari perbuatan yang tidak pantas, seperti mencelakai orang lain,” kata Koes.

SH asli, yang saat ini lebih dikenal dengan nama SH Panti, tidak pernah merekrut anggota. Tapi, para pengurus memilih istilah “menghantar” siapa yang berminat untuk masuk ke dalam SH. Mereka pun cukup selektif untuk memilih calon warga.

”Calon warga SH harus memenuhi dua syarat. Pertama, benar-benar punya niat kuat untuk mempelajari SH yang murni. Yang kedua dewasa, dalam artian sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk atau benar dan salah,” kata Koes.

Beda dengan SH lainnya, seperti SH Terate dan Tunas Muda –keduanya turunan dari SH Panti—yang umumnya merekrut calon warga dalam skala massif, di SH Panti sekali masuk maksimal hanya dua orang. ”Menurut perhitungan ajaran SH tidak boleh lebih dari dua orang. Ajaran itu murni dari Ki Ngabehi Surodiwiryo,” terang pengecer ke-7 SH Panti itu.

Inilah yang membuat SH Panti terkesan adem ayem. Pemilihan anggotanya cukup selektif, sehingga pengajaran benar-benar fokus dan mengena. Menurut Koes Soebakir, seorang SH Panti dijamin tidak akan melenceng dari ajaran dan tujuh sumpah yang diucapkan ketika ditahbiskan sebagai seorang SH. ”Kalau melanggar sumpah tidak akan selamat.”

Juga karena alasan itulah SH Panti bukan tipikal SH yang suka menggelar unjuk kekuatan massa. Karena memang bukan itu tujuan SH. Tapi lebih pada pengajaran pada masing-masing individu SH menjadi pribadi yang matang lahir-batin dan selamat dunia-akhirat. Ajaran SH untuk individu, bukan untuk kelompok. Dan ajaran SH hanya diberikan pada warga yang sudah memenuhi syarat dan dikecer, tidak disebarluaskan secara umum.

Sampai sekarang, SH masih eksis dengan nama SH Panti. Pusat kegiatannya di rumah yang pernah ditempati Eyang Suro bersama istrinya, Ny Sariati. Suasana rumah yang kemudian disebut panti itu memang adem ayem, jauh dari kesan ingar-bingar.

Suasana itu seperti pencerminan dari kehidupan Ki Ngabehi Surodiwiryo, seorang pekerja di Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Madiun pada zaman kolonial Belanda, yang menjalani hidup bersahaja dan tenang. Tidak mengangkat dagu kendati dia adalah keturunan darah biru bila ditarik dari garis darah Betoro Katong penguasa Ponorogo zaman dulu.

Dijalankan Tiga Badan

Secara organisasi, SH Panti dijalankan oleh tiga unsur, yaitu Badan Pengesuh atau Pengikat, Badan Pengasuh, dan Badan Pertimbangan.

Disebut Pengesuh, berasal dari kata dasar esuh, dalam bahasa Jawa berarti pengikat lidi. Pengesuh bisa diartikan sebagai pemersatu yang bertanggung jawab terhadap SH. Yang bisa menjadi seorang pengesuh harus warga tingkat tiga, seperti Koes Soebakir. Dari Badan Pengesuh inilah akan diangkat juru kecer, yang akan mengesahkan seseorang sebagai warga SH.

Sedangkan Badan Pengasuh bertanggung jawab atas rumah tangga SH. Yang mengemban peran ini tidak harus tingkat tiga layaknya Pengesuh. Tugasnya sebagai pelaksana upacara kecer, Suran, atau silaturahim.

Badan Pertimbangan bertugas memberikan pertimbangan, referensi, dan bagaimana keputusan yang akan diambil oleh organisasi. ”Tapi bukan berarti mendominasi badan pengesuh maupun pengasuh,” Koes menjelaskan.

Pecah karena Pilihan

Pada dasarnya SH memang hanya satu. Tapi, dalam kondisi kekinian, ada empat SH yang eksis, yaitu SH Panti, SH Terate, SH Organisasi, dan SH Tunas Muda. SH Panti, Terate, dan Tunas Muda terpusat di Madiun, sementara SH Organisasi lahir dan besar di Semarang, Jawa Tengah. Mereka pecah karena pilihan sikap masing-masing. Dan hanya SH Panti yang mengaku masih menjalankan pakem ajaran asli Ki Ngabehi Surodiwiryo.

Menurut catatan sejarah Setia Hati, SH Terate didirikan oleh Hardjo Oetomo di Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun pada tahun 1922. Sampai sekarang, pusat kegiatan SH Terate ada di Jl Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Lalu, pada tahun 1932, Munandar Hadiwijoto memilih mendeklarasikan SH Organisasi di Semarang. Selang tiga dikade setelah SH Organisasi lahir, tepatnya tahun 1966, R Djimat Soewarno juga memisahkan diri dari SH Panti, untuk kemudian mendirikan SH Tunas Muda Winongo yang berpusat di Jl Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

“Yang asli berdiri dari tahun 1903 sampai sekarang adalah SH Panti,” kata Koes Soebakir. Tentang latar belakang kenapa ada perpecahan, kata Koes, ”Itu pilihan kepentingan masing-masing pendiri yang tak ada hubungannya dengan SH Panti.”

SH Terate, Organisasi, dan Tunas Muda memisahkan diri dari SH Panti. Tak ada hubungan organisasi atau keilmuan, kendati pada dasarnya berasal dari fondasi yang sama. “Secara prinsip hubungan kami dengan semua SH baik-baik saja,” Koes memastikan.(tofikpram)

Tujuh Pengesuh atau Pengecer Setia Hati
Ki Ngabehi Surodiwiryo (1903-1944)
Koesnandar (1944-1947/Bupati Madin kala itu)
Kolonel Singgih Gubernur Akademi Militer Nasional Magelang (1947-1957)
Hadi Subroto (1957-1977)
Karyadi (1957-1977)
Soemakto (1978-1998)
Koes Soebakir (1998-Sekarang)

Artikel lain tentang SH :
Riwayat Hidup Eyang Suro Pendiri SH
SH Terate (masih proses)
SH Tunas Muda Winongo (proses)
Melacak Akar Permusuhan Saudara Seguru (Proses)

SEJARAH KI NGABEHI SOERODIWIRJO


EYang SURO dan istri

Ki Ngabehi Soerodwirdjo/ Masdan lahir pada hari Sabtu Pahing 1869, beliau adalah keturunan dari bupati Gresik. Ayahnya bernama Ki Ngabehi Soeromiharjo adalah manteri cacar Ngimbang-Lamongan yang memiliki 5 putera, yaitu: Ki Ngabehi Soerodwirjo (Masdan), Noto/Gunari (di Surabaya), Adi/ Soeradi (di Aceh), Wongsoharjo (di Madiun), Kartodiwirjo (di Jombang). Saudara laki2 dari ayahnya R.A.A Koesomodinoto menjabat sebagai bupati Kediri. Seluruh keluarga ini adalah keturunan dari Batoro Katong dari Ponorogo (Putra Prabu Brawijaya Majapahit).

Pada tahun 1883 beliau lulus sekolah rakyat 5 tahun, selanjutnya ikut saudara ayahnya Ki Ngabehi Soeromiprojo yang menjabat sebagai Wedono Wonokromo kemudian pindah sebagai Wedono Sedayu-Lawas Surabaya. Saat berumur 15 tahun beliau magang menjadi juru tulis Op Het Kantoor Van De Controleur Van Jombang, disana sambil belajar mengaji beliau juga belajar pencak silat yang merupakan dasar dari kegemaranya untuk memperdalam pencak silat di kemudian hari.

Pada tahun 1885 beliau magang di kantor Kontroleur Bandung, dari sini beliau belajar pencak silat kepada pendekar2 periangan/pasundan sehingga didapatlah jurus2 seperti: Cimande, Cikalong, Cipetir, Cibaduyut, Cilamaya, Ciampas, Sumedangan.

Pada usia 17 tahun (1886) beliau pindah ke Batavia/ Jakarta, dan memanfaatkan untuk memperdalam pencak silat hingga menguasai jurus2: Betawen, Kwitang, Monyetan, Permainan toya (stok spel).

eyang suro2sumber foto: http://www.shterate.com

Pada 1887 beliau ikut kontrolir belanda ke Bengkulu, disana beliau belajar gerakan2 mirip jurus2 dari Jawa barat. Pertengahan tahunnya ikut kontroler belanda ke Padang, dan bekerja tetap pada bidang yang sama. Didaerah Padang hulu dan hilir beliau mempelajari gerakan2 yang berbeda dari pencak Jawa. Selanjutnya beliau berguru kepada Datuk Raja Betuah seorang pendekar dan guru kebatinan dari kampung Alai, Pauh, kota Padang. Pendekar ini adalah guru yang pertama kali di Sumatera Barat. Datuk Raja Betuah mempunyai kakak bernama Datuk Panghulu dan adiknya bernama Datuk Batua yang ketiganya merupakan pendekar termasyur dan dihormati masyarakat.

Pada usia 28 tahun beliau jatuh cinta kepada seorang gadis padang, puteri seorang guru ilmu kebatinan yang berdasar islam (tasawuf). Untuk mempersunting gadis ini beliau harus memenuhi bebana, dengan menjawab pertanyaan dari sang gadis pujaan yang berbunyi “SIAPAKAH MASDAN INI” dan “SIAPAKAH SAYA INI”. Karena tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan pikiranya sendiri maka beliau berguru kepada seorang ahli kebatinan bernama Nyoman Ida Gempol yaitu seorang punggawa besar kerajaan bali yang dibuang belanda ke padang. Ia dikenal dengan nama Raja Kenanga Mangga Tengah (bandingkan dengan nama desa Winongo-Madiun-Tengah-Madya). Dari sini Ki Ngabehi mendapat falsafah TAT TWAM ASI(ia adalah aku).

Kemudian pada tahun yang sama beliau belajar pencak silat selama 10 tahun kepada pendekar Datuk Raja Batuah dan mendapat tambahan jurus2 dr daerah padang, antara lain: Bungus (uit de haven van teluk bayur), Fort de Kock, Alang-lawas, Lintau, Alang, Simpai, Sterlak. Sebagai tanda lulus beliau mempersembahkan pisungsun berupa pakaian hitam komplit.

Selanjutnya ilmu yang diperoleh dari Nyoman Ida Gempol disatukan dengan pencak silat serta ilmu kebatinan yang diperoleh dari Datuk Raja Batuah sehingga menjadi aliran pencak silat baru yang nantinya oleh Ki Ngabehi Soerodiwirjo dinamakan SETIA HATI.

Akhirnya bebana yang diminta gadis pujaan beliau dapat dijawab dengan ilmu dr setia hati diatas dan gadis itu menjadi istri beliau, tetapi dari perkawinan ini belum mempunyai keturunan.

Pada usia 29 tahun beliau bersama istrinya pergi ke Aceh dan bertemu adiknya yang bernama Soeradi yang menjabat sebagai kontrolir DKA di LhoukSeumawe, didaerah ini beliau mendapat jurus kucingan dan permainan binja. Pada tahun tersebut guru besar beliau Raja Kenanga Mangga Tengah diizinkan pulang ke bali. Ilmu beliau dapat dinikmati saudara2 SH dengan motto “GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK BATIN” “GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK LAHIR”.

Tahun 1900 Ki Ngabehi kembali ke betawi bersama istrinya dan beliau bekerja sebagai masinis stoom wals. Kemudian beliau bercerai, dimana ibu Soerodoworjo pulang ke padang dan beliau ke bandung.

Tahun 1903 KiNgabehi kembali ke Surabaya dan menjabat sebagai polisi dienar hingga mencapai pangkat sersan mayor. Di Surabaya beliau terkenal dengan keberanianya menumpas kejahatan, kemudian beliau pindah ke ujung dimana sering terjadi keributan antara beliau dengan pelaut2 asing.

eyang suro makam

Pada tahun ini beliau mendirikan persaudaraan SEDULUR TUNGGAL KECER (STK) -LANGEN MARDI HARDJO (Djojo Gendilo) pd Jum’at legi 10 Suro 1323 H / 1903M. Tahun yang diklaim sebagai hari lahirnya SH Winongo, dan mengklaim mewarisi ilmu langsung dari eyang suro, sering mengklaim diri sebagai STK -Sedulur Tunggal Kecer.

Pada tahun 1905 untuk kedua kalinya beliau melangsungkan pernikahan yaitu dengan ibu Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun, dari pernikahan ini mendapatkan 3 orang putra dan 2 orang putri dimana semuanya meninggal sewaktu masih kecil.

Beliau berhenti dari polisi Dienar (1912) bersamaan dengan meluapnya rasa kebangsaan Indonesia yang dimulai sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi ke Tegal ikut seorang paman dari almarhum saudara Apu Suryawinata yang menjabat sebagai Opzichter Irrigatie.

Tahun 1914 beliau kembali ke Surabaya dan bekerja pd DKA Surabaya, selanjutnya pindah ke Madiun di Magazijn DKA dan menetap di desa Winongo, Madiun.

Persaudaraan DJOJOGENDILO CIPTO MULJO diganti nama menjadi Persaudaraan “Setia Hati” Madiun pada tahun 1917. Tahun 1933 beliau pensiun dari jabatanya dan menetap di desa Winongo, Madiun.

Tahun 1944 beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat pada hari jum’at legi 10 Nov 1944 jam 14.00 (bulan Selo tanggal 24 tahun 1364 H) di rumah kediaman beliau di Winongo, dan di makamkan di pasarean Winongo degnan Kijing batu nisan granik dan dikelilingi bunga melati.

Pesan beliau sebelum wafat :

Jika saya sudah berpulang keRahmatullah supaya saudara2 SH tetap bersatu hati, tetap rukun lahir batin;
Jika saya meninggal dunia harap saudara2 SH memberi maaf kepada saya dengan tulus ikhlas;
Saya titip ibunda Nyi Soerodiwirjo selama masih hidup di dunia fana ini;
Al-Qur’an Surat Yasin ayat 1 & 58.A

Artikel lain tentang SH :

SH Panti
SH Terate (masih proses)
SH Tunas Muda Winongo (proses)
Melacak Akar Permusuhan Saudara Seguru (Proses)